Togar Situmorang Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Dari Diri Sendiri

Minggu, 04 Agustus 2019 | 14:07 WIB
Share Tweet Share

Pengamat kebijakan publik Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP. [foto: indonesiakoran.com/san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Salah satu isu seksi beberapa tahun belakangan ini adalah terkait kerusakan lingkungan hidup yang semakin parah. Mental masyarakat yang masih minus kepedulian terhadap lingkungan hidup, merupakan salah satu pemicu utama kondisi ini.

Sebut saja kasus kebakaran hutan dan lahan, penggunaan bahan plastik, pembuangan limbah, hingga pembuangan sampah di sembarangan tempat, merupakan beberapa contoh perilaku masyarakat yang berdampak buruk bagi lingkungan.

Kondisi inipun menjadi perhatian pemerintah serta para pemerhati lingkungan hidup. Bahkan salah satu program yang trend belakangan ini adalah memerangi sampah plastik.

Bali misalnya, menghadirkan Peraturan Daerah (Perda) Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Dengan kehadiran regulasi ini, diharapkan penggunaan plastik sekali pakai menurun dan diikuti dengan menurunnya volume sampah plastik.

Sementara secara nasional, pemerintah bersama DPR RI telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kehadiran regulasi secara nasional hingga daerah ini mendapat apresiasi dari pengamat kebijakan publik Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP. Bagi Togar, sangat penting bagi pemerintah menghadirkan regulasi seperti ini. Apalagi membahas tentang lingkungan hidup, menurut dia, sangat erat kaitannya bagi kehidupan manusia.

"Kami menyarankan agar parlemen mengoptimalkan fungsi pengawasan DPR untuk menegakkan Undang-Undang Lingkungan Hidup ini dengan mengusahakan pengelolaan limbah pabrik seoptimal dan semaksimal mungkin. Begitu pula di daerah, DPRD juga mengoptimalkan peran pengawasan terkait pelaksanaan Perda yang ada," kata Togar, di Denpasar, Minggu (4/8/2019).

Khusus untuk pemerintah, advokat senior yang dijuluki Panglima Hukum itu menyarankan agar serius melaksanakan semua hal yang telah diatur dalam UU atau Perda. Sinergi antarinstansi terkait, bahkan diakui Togar, juga sangat penting dalam upaya menjaga lingkungan hidup dari kerusakan.

Salah satunya, demikian Dewan Penasehat Forum Bela Negara Provinsi Bali itu, adalah terkait tata ruang. Togar berpandangan, perizinan tata ruang di daerah perkotaan sangat berpengaruh besar bagi kondisi lingkungan.

"Contohnya Kota Denpasar. Banyak daerah resapan atau daerah hijau yang beralih fungsi. Maka dari itu, perizinan tata ruang harus diperketat. Tidak boleh izin tata ruang asal diterbitkan saja," tegas Togar yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah Property&Bank ini.

Ketua POSSI Denpasar Provinsi Bali itu bahkan juga menyarankan pemerintah agar berani mengalokasian dana untuk mendukung UKM yang berbahan dasar daur ulang dan juga bank sampah. Ini penting, karena mereka memiliki andil dalam menjaga lingkungan.

"Selain mengurangi sampah, usaha tersebut juga memperluas lapangan pekerjaan. Jadi penting bagi pemerintah untuk mendukung dengan pengalokasian dana," tegas Togar, yang menerima penghargaan Indonesia 50 Best Lawyer Award 2019 ini.

Selain pemerintah, lanjut Togar, kunci utama dalam urusan menjaga lingkungan hidup adalah keterlibatan masyarakat. Tanpa kesadaran masyarakat, sangat sulit untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

"Jadi harus ada upaya penyadaran masyarakat melalui penyuluhan yang terus-menerus dilakukan. Sebab keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendukung kebijakan pemerintah," tutur Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon Denpasar dan merupakan rekanan OTO 27 yaitu bisnis usaha yang bergerak di bidang Insurance AIA, property penjualan villa, showroom mobil, showroom motor, yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar Bali, ini.

Bagi Togar, sinergi antara pemerintah dengan masyarakat, harus selalu diperkuat ketika berbicara tentang lingkungan hidup. Pemerintah tidak boleh cepat puas dengan capaian program yang ada, sementara masyarakat juga harus terus mengasah kepedulian terhadap lingkungan dan itu harus dimulai dari diri sendiri.

"(Pemerintah) Tidak boleh cepat puas dengan hasil yang sekarang. Namun terus menerus memperbaiki diri untuk ke arah yang lebih baik. Sementara masyarakat, mulailah dari hal-hal kecil. Simple, tapi nyata. Ayo! Mulai peduli lingkungan dari diri sendiri," pungkas Togar, yang menerima penghargaan Best Winners - Indonesia Business Development Award ini.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar