Togar Situmorang Dorong Pemprov Bali Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 18 Juli 2019 | 15:36 WIB
Share Tweet Share

Pengamat kebijakan publik yang juga advokat senior, Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP. [foto: indonesiakoran.com/san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Bali memang sudah mendunia dengan industri pariwisatanya. Namun demikian, belum semua daerah di Bali mencicipi nikmatnya "kue" pariwisata.

Sektor pariwisata, masih lebih banyak dinikmati oleh masyarakat di kawasan Bali Selatan, seperti Badung, Denpasar dan Gianyar. Sementara daerah lainnya, hanya menikmati sisa - sisanya.

Bersamaan dengan itu, ketimpangan pembangunan di Bali pun sangat nyata. Pembangunan masih banyak dilakukan di kawasan selatan. Sementara di utara, timur dan barat, masih jauh tertinggal. Mencermati kondisi ini, pemerintah Provinsi Bali berencana segera menerbitkan obligasi daerah.

Rencana tersebut mendapat dukungan banyak pihak, karena diyakini sebagai salah satu alternatif pembiayaan infrastruktur yang memang menjadi prioritas Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster.

Dukungan di antaranya datang dari pengamat kebijakan publik dan advokat senior Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP. Togar berpandangan, apabila Pemprov Bali bisa menerbitkan obligasi daerah, maka hal tersebut bisa menjadi pilot project pertama di Indonesia.

"Saya dukung. Sebab pembiayaan pembangunan daerah melibatkan partisipasi publik, dalam arti masyarakat setempat," ujar Togar, saat ditemui di Law Firm Togar Situmorang & Associates, Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar, Kamis (18/7/2019).

Seperti diketahui, obligasi daerah adalah salah satu sumber pinjaman daerah jangka menengah dan/ atau jangka panjang yang bersumber dari masyarakat. Obligasi daerah diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal.

Adapun pelaksanaannya diatur PMK Nomor 45/ PMK.02/ 2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan dan Mekanisme Pemantauan Defisit APBD dan Pinjaman Daerah. Ada juga PMK Nomor 147/ PMK.07/ 2006 Tentang Tata Cara Penerbitan, Pertanggungjawaban, dan Publikasi Informasi Obligasi Daerah.

"Di Indonesia belum ada pemerintah daerah yang sudah menerbitkan obligasi daerah. Baru ada beberapa yang berencana dan mewacanakan akan menerbitkannya," ujar Togar, yang juga dijuluki "Panglima Hukum" itu.

Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencatat telah ada tiga pemerintah provinsi yang menyatakan minat untuk menerbitkan obligasi daerah. Ketiganya adalah pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi DKI Jakarta.

Namun belum ada kepastian soal realisasinya. Yang pasti, OJK telah melakukan sosialisasi penerbitan obligasi daerah di lima daerah, yakni di DKI Jakarta, Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera Barat.

"Saya berharap Pemprov Bali lebih progresif dari daerah yang lain terkait ini. Harus berani menerbitkan obligasi daerah untuk mengakselerasi pembangunan. Jangan hanya mengandalkan dana APBD Bali yang terbatas," tandasnya.

"Obligasi daerah adalah salah satu solusi terbaik," imbuh advokat kawakan yang masuk dalam daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah Property&Bank ini.

Togar Situmorang yang juga Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon dan juga rekanan OTO 27 yaitu bisnis usaha yang bergerak di bidang insurance AIA, property penjualan villa, showroom Mobil, showroom motor, food court dan juga barber shop yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar ini meyakini, obligasi daerah atau municipial bond ini bisa menjadi opsi pembiayaan infrastruktur yang lebih mudah direalisasikan dan murah.

Meski begitu, Togar yang juga Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini mendorong agar dilakukan kajian yang matang, dipersiapkan dengan baik dan mendapatkan persetujuan DPRD Provinsi Bali.

"Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia butuh percepatan dan pemerataan infrastruktur di seluruh wilayah Pulau Dewata. Ini mungkin menjadi solusi terbaik dalam percepatan pembangunan infrastruktur," tegas advokat yang masuk daftar Indonesia 50 Best Lawyer Award 2019 hingga Best Winners- Indonesia Business Development Award, itu. 

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar