Bayar Kaul Kemenangan Jokowi, Kakek Ini Jalan Kaki Sejauh 80 KM

Rabu, 17 Juli 2019 | 23:00 WIB
Share Tweet Share

Jro Mangku Suharta. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 telah selesai. Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Amin), juga sudah dipastikan tampil sebagai pemenang setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak seluruh gugatan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno (Prabowo-Sandi).

Meski Pilpres dengan segala keriuhannya telah usai, namun masih ada banyak cerita yang menyertai suksesi kepemimpinan nasional ini. Mulai dari pertemuan antara Prabowo dan Jokowi hingga cerita berbeda para pendukung kedua pasangan calon di berbagai daerah di Indonesia.

Bali, yang tercatat sebagai daerah dengan persentase tertinggi untuk kemenangan pasangan Jokowi-Amin, juga punya cerita sendiri. Satu di antaranya adalah tentang I Made Suharta atau yang lebih dikenal dengan Jro Mangku Suharta, yang pada September 2018 lalu membuat janji khusus.

Ketika itu, kakek yang sudah memiliki 11 cucu ini berjanji untuk berjalan kaki dari Singaraja, ibukota Kabupaten Buleleng menuju Denpasar, ibukota Provinsi Bali (berjarak lebih kurang 80 KM), apabila pasangan Jokowi-Amin memenangkan Pilpres 2019.

Tiga Hari Perjalanan

Minggu (14/7/2019) sekitar Pukul 10.30 WITA, pria asal Banjar Tegal, Buleleng, ini pun membayar kaul tersebut. Ia memulainya dari Terminal Buleleng. Namun sebelum berjalan kaki dari Singaraja, ia berangkat dari rumahnya menggunakan sepeda motor. Ia kemudian meninggalkan sepeda motor di terminal, dan kemudian mulai berjalan kaki menuju Denpasar.

"Saya bawa motor ke terminal itu dengan alasan supaya tidak ada orang yang tahu. Kalau istri saya tahu, bisa ndak dikasi. Tapi saya yakin, saya mampu. Setelah di perjalanan baru saya mampu," paparnya kepada wartawan, saat tiba di Jalan Basuki Rahmat Denpasar, atau di depan Kantor Gubernur Bali, Rabu (17/7/2019) Pukul 16.00 WITA.

Menurut pensiunan Dinas Kehutanan itu, dirinya sudah menghitung waktu sebelum melaksanakan perjalanan sepanjang kurang lebih 80 km itu. Ia memperkirakan, panjang langkah yang bisa diambil yakni sekitaran 60 sampai 65 cm. Dengan panjang langkah tersebut, maka ia memperkirakan untuk menempuh 1 km membutuhkan waktu 15 menit.

Oleh karena itu, diperkirakan perjalanannya ini menghabiskan sebanyak 1.333.333 langkah. "Ya, seperti itu saya berkalkulasi istilahnya," ucap lulusan SMA 1 Singaraja ini.

Selama menempuh perjalanan dari Singaraja menuju Denpasar, diakuinya banyak masyarakat yang memberikan makanan gratis setelah mengetahui bahwa dirinya membayar kaul atas kemenangan Jokowi di Bali.

Selain ada yang memberikan makanan gratis, ada juga yang memberikan bekal. Selama menempuh perjalanan tersebut, Suharta sendiri membawa bekal berupa uang sebanyak Rp 3 juta.

Dalam perjalanan menuju Denpasar, pertama kali ia menginap di Polsek Pancasari. "Di sana disambut baik saya," akunya.

Malam selanjutnya, ia menginap di penginapan Obus di Perean, Kabupaten Tabanan. Sementara malam ketiga, ia menginap di rumah menantunya di Mengwi, Kabupaten Badung.

Tiba di Denpasar, Gagal Bertemu Gubernur Bali

Tiba di Denpasar, Suharta langsung menuju Kantor Gubernur Bali. Kedatangannya ke Kantor Gubernur Bali yakni untuk bertemu dengan Gubernur Bali Wayan Koster. Namun, Suharta tak bisa menemui Gubernur Koster ataupun Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

Gubernur Koster sedang pulang ke kampung halamannya di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Adapun Wagub Cok Ace sedang barada di Lumajang, Jawa Timur. Suharta pun disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Suharta menjelaskan, dirinya sangat mengidolakan Jokowi. Semula, ia sangat yakin Jokowi terpilih lagi sebagai Presiden RI pada Pilpres 2019 lalu. Namun, Suharta sempat khawatir Jokowi kalah, setelah melihat situasi negara yang tidak kondusif lagi. Terlebih sebelum Pilpres dimulai, Jokowi sudah diterjang dengan berbagai isu hoaks.

"Yang saya takutkan ketidaknormalan ini. Hoaks hoaks hoaks ini. Saya kok jadi khawatir ini. Ya sudah, kalau Jokowi jadi Presiden lagi, saya akan jalan kaki dari Singaraja ke Denpasar," kenangnya, saat bercerita soal kaul tersebut.

Bawa 3 Pucuk Surat

Kedatangan Suharta ke Kantor Gubernur Bali, tidak sekadar membayar kaul namun juga membawa tiga pucuk surat.

Surat pertama, ditujukan kepada Bupati Buleleng I Putu Suradnyana. Surat kedua untuk Gubernur Koster. Adapun surat ketiga untuk Presiden Jokowi. Surat kepada Gubernur Koster dan Presiden Jokowi, diserahkannya kepada Sekda Dewa Indra.

"Niki (Ini, red) surat kepada Pak Presiden Tyang (saya, red) titip di sini," kata Suharta, kepada Sekda Dewa Indra.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Presiden Jokowi Batal Buka Pesta Kesenian Bali

Sabtu, 10 Juni 2017
Nusantara

Di Perbatasan, Ada Kampung Jokowi

Senin, 12 Juni 2017

Komentar