Gempa Halmahera Selatan, 2 Orang Meninggal Dunia

Senin, 15 Juli 2019 | 19:31 WIB
Share Tweet Share

Kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. [foto: istimewa]

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM] Gempa bumi dengan magnitudo 7,2 SR yang mengguncang Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Minggu (14/7/2019), mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

"Dua korban meninggal dunia teridentifikasi berasal dari Desa Gane Luar dan Desa Papaceda," kata Dr Agus Wibowo, Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari, terhitung 15 - 21 Juli 2019.

Selain korban meninggal dunia, gempa juga berdampak pada kerusakan bangunan dan infrastruktur lain. Kerusakan rumah misalnya terjadi di Desa Ranga ranga, Kecamatan Gane Timur (20 unit); Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat (28 unit); dan Desa Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara (6 unit).

"Ketiga desa ini berada di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan," jelas Agus Wibowo.

Selanjutnya, kerusakan rumah juga terjadi di di Desa Kluting Jaya, Kecamatan, Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah (5 unit). Sedangkan kerusakan 2 unit jembatan terjadi di Desa Saketa.

Dikatakan, hingga kini beberapa kendala dihadapi dalam penanganan darurat. Akses jalan ke lokasi terdampak hanya melalui laut, dikarenakan akses jalan darat masih belum terbangun.

"Rute yang dapat ditempuh yaitu rute Ternate - Sofifi melalui speed boat dan dilanjutkan perjalanan darat dari Sofifi menuju ke Saketa. Kemudian Ternate ke Labuha dengan pesawat atau kapal ferry. Labuha menuju ke Saketa membutuhkan waktu 5 jam dengan speed boat," urainya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Gempa Guncang Aceh Selama 5 Detik

Senin, 29 Mei 2017
Nusantara

Gempa Aceh, Warga Berhamburan  

Senin, 29 Mei 2017
Nusantara

Gempa Aceh Tak Berpotensi Tsunami  

Senin, 29 Mei 2017

Komentar