BMKG: Gempa Halmahera Selatan Tidak Berpotensi Tsunami

Minggu, 14 Juli 2019 | 18:22 WIB
Share Tweet Share

Salah satu bangunan yang rusak akibat gempabumi tektonik yang mengguncang Halmahera Selatan. [foto: istimewa]

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM] Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, mengatakan, gempabumi tektonik dengan magnitudo 7,2 SR yang mengguncang Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Minggu (4/7/2019) Pukul 16.10 WIB, tidak berpotensi tsunami.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami," kata Rahmat, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,56 LS dan 128,06 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, ibukota Kabupaten Halmahera Selatan, pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, menurut dia, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar Sorong-Bacan.

Selanjutnya, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar.

Hingga Pukul 17.00 WIB, dari hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 7 kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo di atas 5 SR sebanyak 5 kali dan 2 kali dengan magnitudo di bawah 5 SR.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Gempa Guncang Aceh Selama 5 Detik

Senin, 29 Mei 2017
Nusantara

Gempa Aceh, Warga Berhamburan  

Senin, 29 Mei 2017
Nusantara

Gempa Aceh Tak Berpotensi Tsunami  

Senin, 29 Mei 2017

Komentar