Cegah Karhutla di Riau, 1.500 Personel Gabungan Diterjunkan

Kamis, 11 Juli 2019 | 08:15 WIB
Share Tweet Share

Kepala BNPB Doni Monardo. [foto: humas bnpb]

[PEKANBARU, INDONESIAKORAN.COM] Sebanyak 1.500 personel gabungan diterjunkan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Pelepasan personel tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, dalam Apel Kesiapsiagaan Personel dan Karhutla Provinsi Riau Tahun 2019, di Lapangan Kantor Gubernur Riau, Rabu (10/7/2019).

"Pengiriman personel ini berfungsi untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat tentang bagaimana mengelola hutan dan lahan pada saat musim kemarau, serta memberikan pemahaman kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan," jelas Doni Monardo, dalam arahannya.

Dijelaskan, terjadinya Karhutla akan merusak ekosistem hutan, flora dan fauna penghuninya dan cagar biosfer. Bahkan lahan gambut yang menjadi karunia untuk bangsa Indonesia dengan ketebalan mencapai 36 meter, menjadi area yang paling rentan terjadi kebakaran lahan.

Diakui Doni Monardo, kebakaran hutan dan lahan mengganggu pelayanan transportasi masyarakat dan bisnis. Indonesia juga mendapat desakan dan teguran dari negara tetangga terkait akibat yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Hal ini tentu saja mengganggu hubungan diplomatik antar negara dan regional kawasan ASEAN.

"Dengan pendekatan persuasif dan mengajak kesadaran semua pihak, kita berharap kebakaran hutan dan lahan dapat kita hentikan sejak hari ini," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, kepala BNPB juga memberikan bantuan dana siap pakai untuk penanganan siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau kepada BPBD Provinsi Riau sebesar Rp 300 juta, Polda Riau Rp 250 juta, dan KOREM 031 Wirabima Rp 1 miliar.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Gempa Guncang Aceh Selama 5 Detik

Senin, 29 Mei 2017
Nusantara

Poso Diguncang Gempa 6,6 SR

Selasa, 30 Mei 2017
Nusantara

Tiga Kali Gempa Bumi Guncang Poso

Selasa, 30 Mei 2017

Komentar