Gaduh PPDB, Koster Minta Maaf Kepada Masyarakat Bali

Rabu, 10 Juli 2019 | 14:00 WIB
Share Tweet Share

Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali. [foto: humas dprd bali]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Gaduh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020, mendapat perhatian serius dari Gubernur Bali Wayan Koster.

Orang nomor satu di Pulau Dewata itu bahkan sudah menerbitkan kebijakan yang "melawan" Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 Tentang PPDB, untuk menyelesaikan kekisruhan yang terjadi.

Meski begitu, kegaduhan masih saja terjadi. Para siswa maupun orang tua siswa masih melakukan protes atas pemberlakuan sistem zonasi yang dinilai sangat tidak adil bagi siswa berprestasi.

Karena itu, Koster menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Bali atas persoalan ini. Permintaan maaf dilontarkan Koster saat menyampaikan Jawaban Gubernur Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap Ranperda Tentang Pencabutan Perda Nomor 5 Tahun 2006 Tentang Tata Cara Tuntutan Ganti Kerugian Daerah serta Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, di Gedung Dewan, Rabu (10/7/2019).

Baca Juga:
Kritik Permendikbud PPDB, Koster: Blunder, Gagal Total, Bikin Malu!

"Atas kekurangan, permasalahan, kendala yang muncul dalam PPDB tahun ini, baik di SMA maupun SMP, walaupun SMP tanggung jawab kabupaten dan kota, sebagai gubernur saya minta maaf kepada seluruh krama Bali," kata Koster.

Ia pun berjanji, permasalahan serupa tidak akan terjadi lagi pada PPDB tahun ajaran 2020-2021 mendatang. Selain akan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub), Koster berkomitmen untuk menambah ruang kelas, baik di sekolah negeri maupun swasta, hingga membangun sekolah di setiap kecamatan.

"Saya berkomitmen, (permasalahan serupa) tidak terjadi lagi ke depan, termasuk tahun 2020. Anggaran kita ada. Bodohnya kita aja semua ga bisa dilakukan. Dan saya ga mau jadi orang bodoh dalam urusan ini, karena terlalu lama urus pendidikan. Masa sampai konyol kayak gini?" tegas Koster, yang selama tiga periode duduk sebagai anggota Komisi X DPR RI.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Ribuan Siswa Mendaftar di SMAN 1 Komodo

Senin, 03 Juli 2017
Nusantara

Gubernur Bali Terbitkan Pergub PPDB

Jumat, 07 Juli 2017

Komentar