Seorang Pelajar Tewas Tenggalam di Embung Wae Mege

Sabtu, 15 Juni 2019 | 20:12 WIB
Share Tweet Share

Korban Tewas saat digotong warga (Foto:Sumardi)

[LEMBOR-INDONESIAKORAN.COM] Nasib naas menimpa Fidar, pelajar asal Kampung Siru, Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelajar berusia 16 tahun ini ditemukan tewas di dasar Embung Wae Mege, Desa Siru, sekitar pukul 08.00 WITA, pada Sabtu (15/06/2019).

Menurut Hasa Jemaan, orang tua korban, sebelum kejadian, anaknya Fidar bersama teman-temanya mandi di embung tersebut sekitar pukul 07.00 WITA. Korban sempat berteriak meminta pertolongan, namun karena tak bisa berenang, korban pun tenggelam seketika.

"Saat itu teman-teman korban yang panik berlari meminta bantuan kepada warga setempat. Warga yang mengetahui kejadian tersebut beramai-ramai meluncur ke lokasi kejadian. Beberapa orang pun ikut terjun menceburkan diri menyelam ke embung untuk mencari keberadaan korban. Sekitar hampir 5 jam, penyisiran pun membuahkan hasil. Korban ditemukan sudah tak bernyawa di dasar embung," kata Hasa, Sabtu (15/6/2019).

Menurut salah seorang saksi, korban bermain dan mandi di embung dengan teman-temannya. Korban terpeleset dan tenggelam.

"Korban main dan mandi dengan teman-temannya tiba-tiba terpeleset dan tenggelam. Kami temukan korban sudah meninggal dunia di dasar embung," ujar  Husril Ramlan.

Kepala Desa Siru, Sumardi, dilakosi kejadian mengatakan, turut berbelasungkawa atas kejadian naas yang menimpa Pelajar yang baru saja tamat di SMPN Satap Siru itu.

Kepala Desa mengajak dan mengimbau warganya, untuk hati-hati saat mengambil air dan mandi di lokasi embung. Ia berharap agar orang tua terus memantau dan mengontrol anak - anaknya saat mandi dan mengambil air di embung Desa tersebut.

"Saya turut berbelasungkawa atas kejadian naas yang menimpa Pelajar yang baru saja tamat SMPN Satap Siru itu. Saya juga mengajak dan mengimbau warga untuk hati-hati saat mengambil air dan mandi di lokasi embung. Para orang tua juga terus memantau dan mengontrol anak - anaknya saat mandi dan mengambil air di embung Desa tersebut agar tidak terjadi kejadian serupa," kata Sumardi.

Editor: Fadli


Berita Terkait

Komentar