Camat Lamba Leda Gelar Rapat Perdana

Rabu, 22 Mei 2019 | 18:30 WIB
Share Tweet Share

Camat Lamba Leda saat memimpin rapat perdananya di Benteng Jawa pada 22/5/19 [foto:indonesiakoran.com/Flori]

[BENTENG JAWA, INDONESIAKORAN.COM] - Camat Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) - NTT, Albertus Rangkak menggelar rapat perdananya, Rabu (22/5/2019) di Benteng jawa.

Camat Albert, menyampaikan bahwa para kepala Desa harus mampu memotivasi masyarakatnya untuk hidup bergotong royong.

Menurutnya, selain mempertahankan budaya leluhur, bergotong royong dapat mempererat hubungan sosial dalam hidup bermasyarakat.

"Para kepala Desa harus mampu memotivasi masyarakat untuk bisa hidup bergotong royong lagi untuk tumbuh kembang kembali semangat gotong royong supaya tetap ada di masyarakat jangan sampai punah karena gotong royong ini kan budaya nenek moyang kita yang perlu kita pertahankan" jelasnya kepada indonesiakoran.com Rabu (22/5/2019) usai rapat.

Camat pun berharap dalam pembangunan di Desa tidak hanya berharap pada anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) namun partisipasi dari masyarakat juga sangat penting untuk pembangunan di Desa.

Salah satu kepala desa yang hadir yakni kepala Desa Golo Rintung Ignatius Letor Sabon mengaku senang, menurutnya selain akan meningkatnya budaya bakti dan gotong royong tentu dapat memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hidup bermasyarakat yang lebih baik dan harmonis.

"Apa yang disampaikan bapak camat lamba leda menurut saya sangat penting karena tentu dengan ditingkatkannya budaya bakti dan gotong royong masyarakat didesa akan lebih maju Sumber Daya Manusianya  kaitan dengan interaksi manusia dengan lingkungan yang lebih baik dan harmonis" tutur Kades Iginatius Letor kepada indonesiakoran.com, Rabu (22/5/2019) usai rapat berlangsung.

Ignatius menambahkan, yang terjadi selama ini beberapa kelompok atau oknum masyarakat tertentu menganggap kerja bakti atau gotong royong selalu ada anggaran dari anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).

"Juga kadang yang terjadi di desa ada kelompok atau oknum masyarakat tertentu yang berpikir semua pekerjaan yang sifatnya dengan bakti dan gotong royong selalu ada anggarannya, padahal sebenarnya memang budaya bakti dan gotong royong ini sudah ada puluhan tahun lalu sebelum adanya Alokasi dana yang dikucurkan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten". tuturnya.

Ia pun berharap, budaya bakti dan gotong royong ini dapat disambut baik oleh masyarakat pada umumnya.

Pantauan indonesiakoran.com, selain sekertaris camat (sekcam) dan seluruh staff di kantor kecamatan, kegiatan yang berlangsung di kantor camat tersebut di hadiri oleh beberapa kepala Desa dan sekertaris Desa (sekDes) se-kecamatan Lamba Lada, beberapa tokoh masyarakat, tokoh Agama, serta perwakilan dari pihak Kepolisian.

Reporter: Florianus Edi
Editor: Aurelia A.


Berita Terkait

Komentar