Bali Ideal Dijatah 2 Menteri, Togar: Cok Ace Cocok Jadi Menpar

Rabu, 15 Mei 2019 | 10:50 WIB
Share Tweet Share

Togar Situmorang. [foto: indonesiakoran.com/san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Komisi Pemilihan Umum (KPU) memang baru akan mengumumkan hasil Pemilu Serentak 2019, pada tanggal 22 Mei mendatang. Namun berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara, Provinsi Bali menjadi daerah dengan persentase tertinggi untuk kemenangan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Amin).

Selanjutnya jika merujuk hasil quick count saat pemungutan suara serta real count 82 persen hingga Selasa (14/5/2019), maka pasangan Jokowi-Amin kemungkinan besar akan tampil sebagai pemenang pada Pemilu Presiden 2019 ini.

Jika merujuk hasil ini, Provinsi Bali digadang-gadang akan mendapat jatah khusus berupa 2 (dua) kursi Menteri di Kabinet Kerja Jilid II, lima tahun ke depan. Hal ini bahkan juga diyakini oleh pengamat kebijakan publik, Togar Situmorang, SH, MH, MAP.

“Saya rasa Bali laik dapat jatah dua Menteri. Apalagi banyak juga tokoh hebat dari Bali yang pantas mengemban amanah di posisi sekaliber Menteri,” kata Togar, di Denpasar, Selasa (14/5/2019).

Soal pos apa saja yang bisa diisi oleh tokoh Bali, Togar yang juga advokat senior ini menyebut, setidaknya putra-putri terbaik Bali memiliki kemampuan di lima pos kementerian, yakni Menteri Pariwisata, Menteri ESDM, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, serta Menteri Koperasi dan UMKM.

"Dari lima pos tersebut, dapat dipertimbangkan dua posisi yang paling ideal untuk jatah Bali," tutur Togar, yang juga Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon dan merupakan rekanan OTO 27 yaitu bisnis usaha yang bergerak di bidang Insurance AIA, property penjualan villa, Showroom Mobil, Showroom Motor Harley Davidson, food court dan juga barber shop yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar, Bali.

Untuk Menteri Pariwisata, Togar menyebut, hal tersebut sangat ideal untuk Bali. Apalagi, Bali merupakan destinasi wisata unggulan di Indonesia dan industri pariwisata Bali belum mampu digeser daerah lainnya. Bali juga punya pengalaman menempatkan putra terbaiknya menjadi Menteri Pariwisata di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kalau Menteri Pariwisata, jelas pilihannya yang paling tepat adalah Pak Cok Ace (Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, red),” ujar advokat yang dijuluki Panglima Hukum itu.

Cok Ace dinilai laik, karena sebelum menjadi Wakil Gubernur Bali merupakan Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Provinsi Bali. Selain di pariwisata, Cok Ace juga punya latar belakang sebagai akademisi, sehingga dipandang tepat menjadi Menteri Pariwisata.

Untuk Menteri ESDM (Energi Sumber Daya Mineral), menurut Togar, juga layak dipercayakan kepada putra-putri terbaik Bali. Apalagi posisi ini juga sangat strategis dan elit dalam jajaran kementerian.

Untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Togar yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah PropertynBank itu menegaskan, Bali punya segudang nama tokoh pendidikan dan guru besar. Mereka dinilai laik dan mumpuni untuk membawa dunia pendidikan dan kebudayaan lebih maju di tanah air.

“Kalau Mendikbud, bisa saja mantan Rektor Unud Prof Made Bakta atau mantan Rektor Undiknas Prof Gede Sri Darma,” sebut Togar, yang masuk daftar Indonesia 50 Best Lawyer Award 2019.

Khusus untuk Menteri Koperasi dan UMKM, saat ini AA Ngurah Puspayoga yang juga mantan Wakil Gubernur Bali serta kader PDIP Bali, masih menempati posisi tersebut.

“Kalau Menteri Koperasi pilihannya bisa kembali kepada Pak Puspayoga atau tokoh lain yang lebih muda dan punya visi kuat ke depan dalam membawa koperasi dan UMKM lebih berdaya saing dan go global and go digital,” tandas Togar, yang masuk daftar Best Winners - Indonesia Business Development Award.

Terakhir, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Tokoh-tokoh perempuan Bali, diakui Togar, juga banyak yang sukses berkiprah. Mereka tidak hanya sebagai pemimpin daerah tapi juga banyak yang berhasil berkontribusi membangun bangsa di tingkat nasional.

“Kalau yang satu ini saya rasa Ibu Bintang Puspayoga (istri Menkop dan UMKM Puspayoga, red) cocok jika memang nanti Pak Puspayoga misalnya memutuskan pensiun atau memilih tidak menjadi Menteri lagi,” kata advokat yang juga Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali itu.

Namun dari 5 pilihan itu, menurut Togar, yang jadi prioritas adalah Menteri Pariwisata, Menteri ESDM dan Menteri Pendidikan. Sebab posisi ini selain strategis, juga prestisius.

“Kami harapkan Pak Jokowi mendengarkan aspirasi dari Bali dan memberikan kepercayaan dua Menteri dari Bali,” pungkas Togar, yang saat ini sedang menyelesaikan Program S3 Ilmu Hukum di Universitas Udayana Bali itu.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar