Kasus Pemukulan Dewan, Tantangan Diana di Grup WA Diduga Jadi Pemicu

Rabu, 15 Mei 2019 | 08:57 WIB
Share Tweet Share

Dewa Nyoman Rai dan Kadek Diana. [foto: indonesiakoran.com/san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Kasus pemukulan Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali I Kadek Diana oleh anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai, Selasa (14/5/2019), cukup menyita perhatian publik.

Pasalnya, kejadian tersebut justru berlangsung di Gedung Dewan dan melibatkan sesama kader PDIP. Bukan itu saja, kejadian tersebut terjadi jelang berlangsungnya Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali.

Saat kejadian berlangsung, tidak jelas alasannya mengapa Dewa Rai yang juga Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Bali, tiba-tiba menghadiahi Kadek Diana yang juga anggota Komisi III DPRD Provinsi Bali, dengan dua kali bogem mentah.

Baca Juga:
Heboh! "Banteng Seruduk Banteng" di DPRD Bali, Ketua Fraksi Luka Parah

Namun, kalimat pendek yang dilontarkan Dewa Rai saat kejadian, boleh jadi menjadi isyarat kecil, kenapa Kadek Diana dihadiahi dua pukulan dan membuat pelipis kirinya mengalami luka robek.

"Kone dot mejaguran, mai mejaguran (Katanya ingin berkelahi, ayo berkelahi)," kata Dewa Rai, saat kejadian tersebut.

Mengapa Dewa Rai melontarkan kalimat tersebut? Saat dikonfirmasi indonesiakoran.com melalui saluran telepon usai kejadian, Dewa Rai menjelaskan, dirinya memukul Kadek Diana, karena terpancing obrolan di Grup WA Fraksi PDIP Bali.

Dalam obrolan tersebut, ada bahasa berisi tantangan dari Kadek Diana, termasuk tantangan untuk berkelahi. Bahkan, dalam obrolan itu, Kadek Diana mengaku siap ditantang berkelahi kapan dan di mana pun.

"Jadi, itu kan di WA, dia sendiri yang tantang. Saya punya bukti dia menantang di Grup WA," ujar Dewa Rai, sembari mengirimkan bukti obrolan di Grup WA Fraksi PDIP Bali itu.

Dewa Rai mengatakan, karena tantangan tersebut ada di Grup WA, maka semua anggota Fraksi PDIP Bali tak terkecuali Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama yang menjadi anggota grup, tahu hal itu.

"Semua anggota grup tahu hal itu. Memang dia (Kadek Diana) sendiri yang menantang siapapun berkelahi," beber Dewa Rai.

Sementara itu, sejumlah anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali yang dikonfirmasi usai kejadian terkait obrolan dalam Grup WA tersebut, membenarkan adanya isi obrolan beraroma tantangan berkelahi itu. Namun mereka mengaku tidak terlalu pusing dengan hal tersebut, karena situasinya saat tahapan Pemilu 2019 berlangsung.

Sementara Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, yang dikonfirmasi terpisah, mengaku tidak tahu - menahu soal adanya tantangan berkelahi di Grup WA tersebut.

"Saya memang anggota grup (Grup WA), tapi kan tidak setiap saat saya memantau itu. Jadi saya baru tahu juga soal itu. Saya berharap, ini tidak perlu diperpanjang, kalau bisa diselesaikan internal saja," kata Sekretaris Dewan Pertimbangan DPD PDIP Provinsi Bali itu.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

RSUP Sanglah Diusulkan Dikelola Pemprov Bali

Rabu, 31 Mei 2017
Nusantara

Tanggul Jebol di Jembrana Sudah Diperbaiki

Senin, 05 Juni 2017
Nusantara

Mendagri: Bali Harus Jadi Inspirasi Daerah Lain

Sabtu, 10 Juni 2017

Komentar