Kampanye Jokowi-Amin, Nuansa Bali Kental di Kawasan Bundaran HI

Sabtu, 13 April 2019 | 10:06 WIB
Share Tweet Share

Ketua Rombongan Penari Pendet asal Bali, Ida Ayu Ratih Ratna Dewi, SE, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu (13/4/2019) pagi. [foto: indonesiakoran.com/san edison]

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM] Sebanyak 1.000 penari utusan DPW Partai NasDem Provinsi Bali, memenuhi kawasan Bundaran HI Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Mereka hadir untuk memeriahkan kampanye akbar pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Amin).

Dari total 1.000 penari ini, 500 orang di antaranya adalah penari Pendet. Mereka tampak mengenakan baju putih, dengan kombinasi bawahan warna biru, warna kebesaran Partai NasDem.

Screenshot_2019-04-13-08-54-55_com.outthinking.collagelayout_1555120584869_1

Sisanya adalah 500 orang penari Kecak, pengiring ogoh-ogoh serta sekehe baleganjur. Mereka tampak mengenakan baju kaus berwarna biru, lengkap dengan tulisan Restorasi Indonesia, yang merupakan visi Partai NasDem. Kostum mereka dipadukan dengan bawahan kain poleng (kotak-kotak hitam putih, red).

Kehadiran 1.000 penari Bali ini pun mendadak menyulap kawasan Bundaran HI Jakarta, khususnya di Jalan Sudirman, kental bernuansa Bali. Apalagi di titik kumpul para penari Bali, sebuah ogoh-ogoh tampak gagah berdiri dan siap memeriahkan rangkaian acara.

Ogoh-ogoh Bagia Pulakerthi, yang didatangkan langsung dari Banjar Tubuh, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali itu mencuri perhatian warga yang melintas di Jalan Sudirman Jakarta.

Screenshot_2019-04-13-08-55-36_com.outthinking.collagelayout_1555120634732_1

Perjuangan Nasional

“Kami sangat bangga bisa membawa tari Bali ke Jakarta. Tak bisa dilukiskan kebahagiaan yang kami rasakan seperti apa,” tutur Ketua Rombongan Penari Pendet, Ida Ayu Ratih Ratna Dewi, SE, di sela-sela persiapan pementasan.

Ida Ayu Ratih kemudian bercerita tentang suka-duka selama perjalanan dari Bali, mulai dari kumpul Kamis (11/4/2019) Pukul 23.00 WITA hingga tiba di Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jalan Pancoran, Jakarta sekitar Pukul 03.00 WIB dini hari.

Screenshot_2019-04-13-08-55-36_com.outthinking.collagelayout_1555120653366_1

“Sampai di Jakarta (ABN), kami langsung berias dan selanjutnya tiba di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pukul 07.00 WIB,” jelas wanita asal Griya Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali itu.

Meski semua bersemangat menampilkan seni Bali ditangani ibu kota, namun tak semua berjalan mulus. Tak sedikit dari 500 penari yang mabuk perjalanan. Beberapa di antaranya bahkan demam.

"Yang remaja senang. Ada yang mabuk. Ada yang tiba-tiba panas. Ada yang tidak biasa naik mobil. Saya pantau via WA grup. Masing-masing ketua rombongan di bus memberi laporan. Tapi semua semangat sehingga sakit itu mendadak hilang,” ujar Ida Ayu Ratih, yang juga calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Karangasem dari Partai NasDem itu.

Screenshot_2019-04-13-08-54-55_com.outthinking.collagelayout_1555120610176_2

“Ini perjuangan nasional. Beragam budaya yang ada di Indonesis benar-benar bersatu. Tidak ada perbedaan,” kata Ida Ayu Ratih, sembari menyebut bahwa Tari Pendet mengandung filosofis sebagai tari penyambutan .

“Tari welcome, penyambutan. Bahwa kita senang menerima tamu tersebut, khususnya Bapak Jokowi-Ma'ruf Amin, yang kami yakin akan kembali memimpin Indonesia 5 tahun ke depan. Bapak Jokowi adalah Bapak Nusantara,” pungkasnya.

Screenshot_2019-04-11-19-00-26_com.outthinking.collagelayout_1554980485710_1

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar