Kasus Dugaan Penipuan CPNS, Togar: Kalau Ada Pejabat Terlibat, Pecat!

Minggu, 07 April 2019 | 10:48 WIB
Share Tweet Share

Calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar, Togar Situmorang. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Sebanyak 48 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Bali membawa surat pengantar bertemu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali, Maret 2019 lalu.

Dalam surat tersebut, mereka mengaku dijanjikan lolos PNS oleh oknum PNS di lingkungan Pemprov Bali. Parahnya, mereka bahkan telah menyerahkan sejumlah uang kepada oknum tersebut.

Kasus ini mendapat perhatian dari pengacara kawakan Togar Situmorang, SH, MH, MAP. Ia mengecam keras aksi penipuan CPNS ini, dan mendesak pihak terkait agar segera membongkar kasus tersebut.

"Kasus yang seperti ini harus diberantas secara tegas," ujar Togar, yang juga calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar, di Denpasar, Sabtu (6/4/2019).

Baca Juga:
Kecewa, Togar Mengundurkan Diri Sebagai Kuasa Hukum Sudikerta

Caleg milenial yang mengusung tagline "Siap Melayani Bukan Dilayani" ini berharap agar para korban harus menempuh jalur hukum. Dengan begitu, para pelaku penipuan bisa ditindak secara tegas.

"Jangan ditolerir. Karena selain kerugian materi, kejadian seperti ini bisa merusak citra Bali," tandas Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini.

Togar yang juga Ketua POSSI Denpasar ini juga meminta Pemprov Bali, untuk mengambil langkah tegas. Ini penting, dalam rangka mencegah kembalinya terjadinya hal serupa di kemudian hari.

"Kita minta kalau ada ketahuan pejabat atau pegawai yang terlibat, harus langsung dipecat," ujar Togar, yang masuk daftar 100 Advokat Terkenal versi Majalah PropertynBank ini.

Baca Juga:
Togar Situmorang Optimis Melenggang Mulus ke DPRD Bali, Karena Ini

Dia pun menyarankan kepada para CPNS, agar jangan mudah tergiur dengan janji calo CPNS atau pelaku penipuan. Jangan sampai terlena dengan iming-iming menjadi pejabat pemerintahan hingga kehilangan akal.

"Untuk kedepannya, guna mencegah kembali terjadinya hal serupa, para peserta CPNS harus menggali informasi terlebih dahulu dengan mengakses website resmi pemerintahan, agar para peserta dapat mengetahui posisi apa saja yang dibuka, syarat, proses pendaftaran, sampai pada jadwal seleksi sesuai instansi yang diinginkan," saran Managing Partner Togar Situmorang & Asociates itu.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian penipuan CPNS ini terjadi, dirinya dan tim sudah membuka Posko Pengaduan CPNS di kantornya. Hal tersebut dilakukan, agar jika ada warga masyarakat yang apabila ingin masuk CPNS namun diminta sejumlah uang oleh oknum, agar segera melaporkan hal tersebut.

"Karena saya yakin, birokrasi pemerintahan kita masih belum bersih. Masih ada sogok - menyogok setiap kalo ada penerimaan CPNS," pungkas Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPKRI) Provinsi Bali ini.

Baca Juga:
Togar Situmorang Komit Bela Rakyat Kecil Tanpa Imbalan

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar