Kenakan Pakaian Adat, Presiden Sapa Warga Bali dengan Bahasa Lokal

Sabtu, 23 Maret 2019 | 08:04 WIB
Share Tweet Share

Presiden Jokowi mengenakan pakaian khas Bali saat menghadiri simakrama di Panggung Terbuka Ardha Chandra, Denpasar. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Pasar Badung di Kota Denpasar, Bali, Jumat (22/3/2019).

Setelah meresmikan pasar yang sempat terbakar tiga tahun lalu itu, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri simakrama (tatap muka) dengan tokoh adat dan masyarakat Bali di Panggung Terbuka Ardha Chandra, Denpasar, Bali.

Jika saat meresmikan Pasar Badung Presiden Jokowi mengenakan pakaian khasnya berupa kemeja berwarna putih dan celana jeans biru, maka saat menghadiri simakrama Kepala Negara tampak mengenakan pakaian khas Bali.

Presiden Jokowi tampak mengenakan udeng, saput, dan safari. Sementara Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengenakan kebaya warna merah muda dengan sanggul khas Bali.

Memulai sambutannya dalam simakrama ini, Presiden Jokowi menyapa masyarakat Bali dengan bahasa setempat.
   
"Sampunapi gatra ne? Becik nggih? Dumogi rahajeng sareng sami (Bagaimana kabarnya? Baik ya? Semoga selamat sejahtera semuanya),"
kata Presiden Jokowi.   

Masyarakat Bali yang hadir pun bersorak dan tak henti bertepuk tangan mendengar Presiden Jokowi menyapa mereka dengan bahasa Bali. Bahkan masyarakat tetap antusias meski hujan mengguyur di lokasi simakrama.

Presiden Jokowi mengaku selalu belajar untuk berbicara dalam bahasa daerah setiap kunjungannya, meskipun kerap kali keliru bahkan salah.  

Hal itu, kata Kepala Negara, tidak lain karena negara ini negara besar dengan kekayaan ragam budaya termasuk bahasa daerah yang jumlahnya sangat banyak.

"Negara kita ini negara besar, di setiap provinsi setiap daerah beda-beda," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, karena masih dalam suasana Hari Raya Nyepi, Presiden juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi kepada masyarakat Bali yang merayakannya.  

Hujan yang mengguyur Panggung Terbuka Ardha Chandra dan molornya agenda pertemuan dengan Presiden Jokowi pada kesempatan itu, tidak menyurutkan antusiasme masyarakat Bali. Mereka tak beranjak sedikit pun dan tetap mendengarkan pidato Presiden Jokowi meski hujan yang mengguyur kian deras.    

Reporter: Arzy Wulandari
Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar