Wacana Penutupan TNK, Bupati: Risikonya Tinggi

Jumat, 01 Februari 2019 | 18:52 WIB
Share Tweet Share

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula. [foto: indonesiakoran.com/ itho umar]

[LABUAN BAJO, INDONESIAKORAN.COM] Wacana Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menutup sementara Taman Nasional Komodo (TNK), mendapat penolakan dari banyak kalangan di Kabupaten Manggarai Barat, khususnya para pelaku pariwisata.

Hal ini pun mendapat perhatian khusus dari Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula. Ia berpandangan, rencana penutupan TNK ini berisiko tinggi bagi daerah yang dipimpinnya.

"Saya rasa kita perlu banyak mendengar. Karena (menutup TNK) risikonya cukup tinggi," kata Bupati Dula, saat ditanya wartawan usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Manggarai Barat, beberapa waktu lalu.

Bupati dua periode ini kemudian menyebut dua risiko besar yang kemungkinan dihadapi Kabupaten Manggarai Barat, apabila TNK ditutup.

"Pertama, jumlah kunjungan wisatawan 500 ribu yang kami targetkan bisa terhambat untuk tahun 2019. Kedua, PAD kita akan ikut berisiko, kalau seandainya wisatawan batal datang," tandas Bupati Dula.

Atas dasar itu, imbuhnya, wacana ini perlu dikaji secara matang. Selain itu, pihaknya sudah bersurat resmi kepada Gubernur NTT untuk duduk bersama dan memberikan penjelasan terkait wacana dimaksud.

"Kami sudah bikin surat kepada gubernur, mengundang gubernur untuk datang memberi penjelasan. Perlu penjelasan, karena di Manggarai Barat ini sebagai locus pernyataan atau wacana ini. Harus betul-betul dikaji, dievaluasi," tandas Bupati Dula.

Ia berpandangan, Gubernur NTT sendiri tahu bahwa TNK ranahnya pemerintah pusat.

"Rencana tinggal rencana, tetapi yang paling menentukan itu bagaimana action (pelaksanaan). Karena biar bagaimanapun, Pak Gubernur atau Pemerintah Provinsi tetap akan melihat ranah dari rencana ini ada di pemerintah pusat," tegas Bupati Dula.

Reporter: Itho Umar

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar