Catut Nama Wagub, Pemprov Bali: Polisi Bisa Telusuri Meilan

Sabtu, 22 Desember 2018 | 19:32 WIB
Share Tweet Share

Gubernur Bali Wayan Koster (tiga dari kanan) dan Karo Humas dan Protokol Pemprov Bali Dewa Mahendra (kanan), saat memberikan keterangan kepada wartawan. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Nama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) diduga dicatut oleh Ketua Bali Liang (Komite Tiongkok Asita Daerah Bali) Elsye Deliana alias Meilan untuk mendapatkan keuntungan dari Bos Onbase Mr Xu (orang Tiongkok asli, red), jaringan mafia Tiongkok.

Meilan menjanjikan akan membuka jaringan toko Onbase, karena mengaku dekat dengan Wagub Cok Ace. Hal ini terungkap bocoran obrolan Meilan dengan Mr Xu.

Terkait kondisi ini, Pemprov Bali mengharapkan agar pihak kepolisian menelusuri kelakuan Meilan, yang sudah mencoreng citra Wagub Cok Ace serta pemerintah Provinsi Bali.

Kepada wartawan di Denpasar, Jumat (21/12/2018), Gubernur Bali Wayan Koster memastikan bahwa Wagub Cok Ace tidak semudah itu bisa dipengaruhi oleh pihak – pihak tertentu. Wagub Cok Ace, imbuhnya, sangat berkomitmen menata pariwisata Bali.

Baca Juga:
"Bali Liang", Dulu Bongkar Mafia Tiongkok Kini Malah Berbalik Arah?

“Saya yakin Pak Wagub tidak semudah itu bisa dipengaruhi, dan kami tetap komitmen menata pariwisata Bali. Menutup jaringan toko yang tidak berizin dan berizin namun sudah menyimpang dari izinnya,” ujar Gubernur Koster.

Ia pun meminta masyarakat, agar jangan mudah percaya kepada orang – orang yang mengobral janji, karena bisa jadi mereka hanya ingin mendapatkan keuntungan.

“Jangan mudah percaya orang – orang yang mengobral janji – janji, menyampaikan berbagai macam. Jangan percaya, atau mending tanyakan ke pemerintah langsung,” pinta Gubernur Koster.

Pada kesempatan yang sama Karo Humas dan Protokol Pemprov Bali Dewa Mahendra, menegaskan, bahwa Wagub Cok Ace tidak mungkin mengambil langkah – langkah yang keliru hingga mau “diperalat” oleh pihak – pihak yang jelas-jelas hanya mau mencari untung.

"Saya pastikan Bapak Wagub tidak ada seperti itu, tidak ada menjanjikan hal – hal seperti iming – iming buka toko Tiongkok. Atau mau mengikuti kemauan dari Meilan, dari Bali Liang. Tidak ada itu,” tegasnya.

Baca Juga:
Janji Bantu Mafia Tiongkok, Meilan Catut Nama Wagub

Bagi Dewa Mahendra, apa yang dilakukan Meilan ini sudah mencoreng citra pemerintah dan Wagub Cok Ace. Bahkan, apa yang dilakukan Meilan bisa dianggap melanggar hukum, karena mencatut nama pejabat negara, untuk mencari keuntungan pribadi.

“Kalau kami melihat, Meilan ini sudah mencoreng Pemprov Bali, mencoreng nama baik Bapak Wakil Gubernur. Bahkan bisa masuk kategori melanggar hukum, karena mencatut nama pejabat negara, untuk keuntungan pribadi,” ujar Dewa Mahendra.

Baginya, pihak kepolisian bisa menelusuri kasus ini. Pihak kepolisian bisa mengusut kasus ini, agar tidak lagi ada pihak – pihak seperti Meilan, berani menyeret nama pejabat, untuk meyakinkan pihak – pihak yang akan dibantu dengan tujuan keuntungan pribadi.

"Bagi kami pihak kepolian bisa mengusut kasus ini, karena ada pihak – pihak yang mencatut nama pejabat, untuk mencari untung. Ada apa di balik ini? Agar ada efek jera dan ke depan tidak ada lagi yang bermain – main mencari untung dalam satu kasus yang sedang berkembang, maka harus diusut,” tandas mantan Penjabat Bupati Bangli ini.

Dewa Mahendra mengharapkan, jangan sampai ada pihak – pihak yang percaya dengan pola – pola yang dilakukan oleh Meilan.

“Jadi kalau ada pihak yang sedang ada masalah, kemudian ada menjanjikan seperti Meilan ini, menjanjikan akan bicara ke Pak Wagub untuk bisa buka toko dan lainnya, jangan percaya. Karena itu jelas untuk keuntungan pribadinya,” tegas Dewa Mahendra.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar