"Bali Liang", Dulu Bongkar Mafia Tiongkok Kini Malah Berbalik Arah?

Rabu, 19 Desember 2018 | 20:15 WIB
Share Tweet Share

Screenshoot percakapan Ketua Bali Liang dan Bos Onbase yang beredar di masyarakat. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Masih ingat dengan kasus jaringan mafia Tiongkok yang merusak citra pariwisata Bali, yang sempat bikin heboh itu? Kasus ini bermula dari gerakan yang dipimpin oleh Ketua Bali Liang (Komite Tiongkok Asita Daerah Bali) Elsye Deliana alias Meilan.

Bersama rekan-rekannya, Meilan membongkar praktik busuk mafia Tiongkok. Puncaknya, DPRD Provinsi Bali dan Gubernur Bali pun menutup semua toko yang diduga kelompok jaringan mafia Tiongkok di Bali.

Ironisnya setelah kasus ini terbongkar, Meilan yang menjadi pemilik travel ini malah diam-diam berbalik arah dan bersekutu dengan Bos Mafia Tiongkok, Onbase. Onbase adalah salah satu jaringan terbesar pemilik toko di Bali.

Terbongkarnya manuver Meilan ini, ketika beredar percakapan Meilan dengan pemilik Onbase, Mr Xu (orang asli Tiongkok, red). Saat Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) melawat ke Tiongkok beberapa waktu lalu, Meilan ikut tergabung dalam tim. Namun, Meilan malah bermanuver, berkomunikasi dengan Bos Onbase.

Hal ini terekam dari percakapan Meilan dengan Bos Onbase, sepulang lawatan tersebut. Intinya dalam percakapan itu, Bos Onbase bertanya, apakah Meilan sudah di Bali. Meilan menjawab sudah di Bali. Meilan juga mengaku sudah berhasil melakukan pendekatan, agar bisa membuka toko lagi.

“Sudah balik, saya sudah berhasil dekati (Meilan menyebut nama pejabat yang didekati, red). Beliau sudah berjanji akan ketemu kami setelah balik. Nanti saya akan bantu bicara yang baik-baik demi kalian, semoga kalian cepat bisa buka toko lagi. Tapi kalian juga harus rapikan,” kata Meilan dalam percakapan berbahasa Tiongkok itu.

Selanjutnya, Bos Onbase Mr Xu menjawab dengan menyampaikan beberapa poin. “Sudah selesai rapi-rapikan, yang berizin baru akan buka, pakai produk Indonesia, tidak memakai WeChat Pay/ Alipay, tidak memakai TKA China yang tidak punya visa kerja,” jawab Mr Xu, dalam percakapan tersebut.

Percakapan ini beredar luas, termasuk percakapan lain Meilan dan lanjutannya. Bagi beberapa kalangan, apa yang dilakukan Meilan justru menikam perjuangan menata pariwisata Bali.

"Kalau tidak beredar percakapannya, mungkin tidak ada yang menyangka jika Meilan malah menikam perjuangan untuk menata pariwisata Bali. Dengan malah bersekongkol atau bersekutu dengan mafia Tiongkok,” kata sebuah sumber di Denpasar, Rabu (19/12/2018).

Dia menambahkan, Meilan selama ini memang dikenal paling getol, bahkan yang pertama menyerang jaringan Tiongkok. Namun di balik masalah ini, Meilan dianggap main sendiri, menelikung untuk mendapatkan keuntungan.

“Jadi ujung – ujungnya keuntungan pribadi, apakah dalam bentuk uang atau nanti akan mendapatkan tamu lebih. Yang pasti dengan posisi Ketua Bali Liang, Meilan punya akses melakukan pendekatan – pendekatan pada pemegang kebijakan,” ucapnya.

Kabar teranyar, ketika Wagub Cok Ace melakukan pertemuan membahas masalah mafia Tiongkok, Rabu (19/12/2018), Meilan juga sudah mulai mendukung. Bahkan Meilan cenderung mendukung pemerintah untuk membuka kembali jaringan toko mafia Tiongkok.

Dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Meilan tidak mau memberikan penjelasan terkait pertemuan yang dipimpin Wagub Cok Ace, ini.

“Mending jangan saya yang jelaskan deh,” kata Meilan. Ia seperti pelit bicara, tidak seperti di awal saat membongkar kasus ini.

Kemudian ketika ditanya sikapnya apakah masih getol berjuang agar jaringan toko mafia Tiongkok ditutup, Meilan malah tidak mau berkomentar. “Maaf, saya no coment, no coment,” kilahnya dan langsung mematikan telepon.

Meilan kemudian dihubungi beberapa kali, dan akhirnya mau mengangkat telepon wartawan. Ketika wartawan meminta agar bisa bertemu, Meilan berkelit sedang sibuk.

Ketika kembali ditanya, sikapnya apakah masih kuat untuk mendukung pemberantasan mafia Tiongkok, Meilan mengatakan, menyerahkan sepenuhnya ke pemerintah. “Saya menyerahkan sepenuhnya ke pemerintah,” ujarnya.

Ketika ditanya soal Meilan yang sudah menjalin komunikasi dengan jaringan mafia Tiongkok, ia malah berkelit. Meilan bahkan mengaku tidak tahu dan tidak ada.

Selang beberapa jam kemudian dan dikonfirmasi lagi, Meilan seperti panik. Dia mengaku sudah tua, dan tidak mau lagi diganggu oleh wartawan. “Jangan saya lagi, saya sudah tua,” kelitnya.

Ketika terus dikejar terkait komunikasi dengan salah satu Bos mafia Tiongkok, yaitu Bos Onbase, ia lagi-lagi berkelit tidak mengaku. Namun ketika dikatakan sudah beredar percakapannya di WhatsApp (WA), Meilan mulai panik namun tetap tidak mengaku.

Pada akhirnya, ia mengakui bahwa dirinya lupa apakah berkomunikasi dengan Bos Onbase atau tidak. “Saya orangnya sudah pelupa, apakah ada ya saya komunikasi dengan Onbase,” kilahnya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar