Ini Enam Hal yang Paling Dibutuhkan Wisatawan Tiongkok

Minggu, 25 November 2018 | 17:48 WIB
Share Tweet Share

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi oleh Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, saat bertemu Konjen Tiongkok Gou Haodong. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Jumlah wisatawan Tiongkok ke Bali belakangan ini, cukup tinggi. Sayangnya, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok tersebut justru dibarengi dengan praktik jual murah pariwisata Bali di Tiongkok.

Terkait hal ini, Gubernur Bali Wayan Koster setelah mendapatkan rekomendasi dari DPRD Provinsi Bali, langsung mengambil sikap tegas yakni menutup seluruh toko yang diduga masuk jaringan mafia Tiongkok, baik yang tidak mengantongi izin maupun yang berizin tetapi melakukan pelanggaran.

Sikap Gubernur Koster ini, mendapat dukungan penuh dari pemerintah Tiongkok, sebagaimana disampaikan Konjen Tiongkok Gou Haodong, saat bertemu Gubernur Koster, di Gedung Jayasabha Denpasar, Jumat (23/11/2018) lalu.

Baca Juga:
Koster: Penertiban Tak Hanya untuk Pengusaha Tiongkok

Pada kesempatan tersebut, Konjen Tiongkok bahkan membeberkan enam hal yang paling dibutuhkan oleh wisatawan Tiongkok. Pertama, makanan yang berkualitas, termasuk diharapkan supaya disediakan kuliner Bali.

Kedua, wisatawan Tiongkok memerlukan akomodasi hotel yang memadai dan berkualitas untuk menampung para wisatawan dari Tiongkok sesuai kebutuhannya masing masing, mulai dari hotel bintang 5, bintang 4, sampai bintang 3.

Ketiga, wisatawan Tiongkok membutuhkan transportasi yang kualitasnya baik, dan dilengkapi dengan AC. Keempat, wisatawan Tiongkok membutuhkan destinasi pariwisata yang baik dan bervariasi, yang menampilkan ciri alam dengan budaya yang indah serta beragam.

"Jangan hanya menikmati Pura Besakih, Pura Tanah Lot dan Pura Uluwatu, tapi juga destinasi pariwisata seperti di Kabupaten Jembrana, Buleleng, Tabanan, dan Klungkung. Destinasi wisata dan budaya yang dilihat oleh wisatawan Tiongkok saat ini sesungguhnya masih sangat sedikit," ucapnya.

Baca Juga:
Konjen Tiongkok Dukung Penertiban Usaha yang Merusak Pariwisata Bali

Kelima, wisatawan Tiongkok juga perlu melihat pentas seni masyarakat Bali, upacara keagamaan masyarakat Bali dan memerlukan oleh - oleh hasil kerajinan masyarakat Bali untuk dibawa pulang ke negaranya.

Keenam, Konjen Tiongkok juga menyarankan agar dibuat paket wisata selama beberapa hari di Bali yang berisi program kunjungan ke destinasi wisata, menyaksikan pementasan seni Bali, menyaksikan kegiatan keagamaan masyarakat Bali dan mengunjungi toko - toko yang menjual industri kerajinan rakyat Bali.

Dengan paket kunjungan tersebut, menurut Konjen Tiongkok, wisatawan Tiongkok yang datang ke Bali adalah wisatawan yang berkualitas, yang memiliki cukup uang untuk bisa berwisata, berbelanja kuliner dan hasil kerajinan masyarakat Bali.

"Dengan paket seperti ini, tidak mungkin ada travel yang menjual paket wisata dengan harga murah seperti sekarang ini yaitu menjual paket wisata ke Bali dengan harga Rp800.000 selama 5 hari, pasti uangnya tidak cukup untuk beli tiket, bayar hotel, beli makanan dan oleh - oleh," tandasnya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar