Konjen Tiongkok Dukung Penertiban Usaha yang Merusak Pariwisata Bali

Jumat, 23 November 2018 | 19:29 WIB
Share Tweet Share

Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) usai pertemuan dengan Konjen Tiongkok Gou Haodong. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Konjen Tiongkok Gou Haodong, mewakili pemerintah negaranya, merespon positif kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster, terkait penertiban usaha yang beroperasi tanpa izin dan merusak citra pariwisata Bali.

Bahkan Konjen Tiongkok menilai bahwa kebijakan penertiban yang dilakukan secara tegas oleh Gubernur Koster merupakan tindakan yang sangat berani dan baik untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Bali.

"Kebijakan ini sangat penting dilakukan terhadap pengusaha yang ilegal, meskipun jumlah pelakunya belum banyak," kata Konjen Tiongkok Gou Haodong, saat bertemu Gubernur Koster, di Gedung Jayasabha Denpasar, Jumat (23/11/2018).

Baca Juga:
Koster: Penertiban Tak Hanya untuk Pengusaha Tiongkok

"Dengan penertiban ini, maka pengusaha yang ilegal tidak mempunyai tempat untuk melakukan aktivitas usahanya. Jangan sampai pengusaha yang ilegal seperti itu semakin bertambah di Bali, karena akan memperburuk dan merusak citra pariwisata Bali. Kebijakan penertiban tersebut justru akan meningkatkan kualitas pariwisata Bali," imbuhnya.

Konjen Tiongkok juga menyampaikan bahwa pemerintah Tiongkok akan mengawasi dan menertibkan pengusaha jasa pariwisata yang ilegal di Tiongkok dan memiliki jaringan dengan pengusaha lokal Bali.

Bahkan, menurut dia, kebijakan penertiban yang dilakukan oleh Gubernur Koster sangat penting untuk memperkuat pariwisata sebagai pilar perekonomian masyarakat Bali dan meningkatkan kerja sama bidang pariwisata antar pemerindah Provinsi Bali dengan pemerintah Tiongkok.

"Kami bersedia diundang untuk membantu pemerintah Bali memperbaiki kualitas pelayanan pariwisata, kemudian mempromosikan wisata Bali kepada masyarakat di Tiongkok," pungkasnya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar