Gubernur Bali Ajak Pelaku Pariwisata Wujudkan Pariwisata Berkualitas

Minggu, 18 November 2018 | 22:31 WIB
Share Tweet Share

Gubernur Bali Wayan Koster. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Menindaklanjuti rekomendasi DPRD Provinsi Bali terkait upaya mewujudkan pariwisata yang berkualitas, Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menggelar "Coffee Morning" dengan para pelaku pariwisata di Kantor Gubernur Bali, di Denpasar, Sabtu (18/11/2018).

Pada kesempatan tersebut, Koster mengatakan, permasalahan yang terjadi selama ini adalah adanya tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh beberapa toko Tiongkok di Bali.

Karena itu, ia meminta kepada bupati/ wali kota se-Bali untuk segera melakukan upaya-upaya penertiban secara tegas terhadap usaha akomodasi, usaha perjalanan wisata dan usaha perdagangan yang melakukan praktik usaha tidak sehat dan melanggar peraturan perundang-undangan.

"Terhadap jenis-jenis usaha yang telah terbukti melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan, agar dilakukan tindakan penutupan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ucapnya.

Ia juga mengajak stakeholder terkait serta pelaku pariwisata untuk bersatu demi terwujudnya pariwisata Bali yang berkualitas. Menurut Koster, asosiasi pariwisata yang ada saat ini harus ikut andil agar permasalahan serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

"Kita semua harus ikut andil, asosiasi yang ada sangat berperan demi terwujudnya pariwisata yang berkualitas. Saat ini, ibaratnya kita hanya mendapatkan sampahnya saja. Jadi kalau ada yang bermain, tindak tegas saja," ujar mantan anggota DPR RI itu.

Koster menyebut, tak hanya pada toko Tiongkok yang memang kebetulan saat ini bermasalah. Namun sikap tegas ini juga berlaku untuk seluruh toko jaringan yang melanggar hukum/ peraturan, yang khususnya berdampak buruk terhadap kepariwisataan Bali sebagai destinasi wisata terbaik dunia.

Sementara Ketua GIPI Bali IB Agung Partha Adnyana serta para ketua asosiasi pariwisata lainnya yang hadir, menyambut baik ketegasan Gubernur Koster tersebut. Mereka menilai, ini merupakan langkah baik guna mewujudkan pariwisata Bali yang lebih baik lagi.

Terkait penutupan beberapa perusahaan/ toko Tiongkok saat ini, diakui Partha Adnyana, dipastikan akan berdampak pada sebagian kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali. Untuk itu GIPI Bali, ASITA, HPI, PHRI, IHGMA, BPPD Bali telah mengantisipasi dengan menjalin komunikasi yang baik dan cukup intens dengan pemerintah Tiongkok melalui Konjen Tiongkok yang ada di Bali.

"Bahkan direncanakan pada tanggal 1-7 Desember 2018, Wakil Gubernur akan memimpin langsung delegasi pariwisata Bali ke beberapa kota di China. Selain mengadakan sales mission, juga untuk menjelaskan tentang penertiban toko tiongkok di Bali," ucapnya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar