Diresmikan, Patung Perlawanan Terhadap Premanisme dan Narkoba

Sabtu, 10 November 2018 | 21:55 WIB
Share Tweet Share

Peresmian Patung Padarakan Rumeksa Gardapati, di Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Patung Padarakan Rumeksa Gardapati yang dibangun di Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, diresmikan oleh Pemprov Bali, Sabtu (10/11/2018). Patung ini merupakan simbol perlawanan rakyat Bali terhadap premanisme dan narkoba.

Patung ini memakai simbol seorang anak laki-laki yang membawa tameng Pancasila, sambil menginjak buta kala (raksasa). 

Peresmian patung ini didahului upacara Melaspas oleh 88 pemangku agama Hindu dari perwakilan seluruh kabupaten/ kota di Bali. Patung ini diresmikan Kapolda Bali Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Arta Ardana Sukawati, Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama, bersama Danrem Wira Satya Kolonel Arh Albertus Magnus Suharyadi. 

"Premanisme yang merajalela lebih dari 18 tahun hampir 20 tahun. Saya bersama-sama Pemda, juga wakil rakyat yang dikomandoi Bapak Adi Wiryatama, bersama-sama kita menyatakan Bali bebas premanisme. Orang bertanya kalau Pak Kapolda pergi siapa, di sini kita tunjukkan bahwa rakyat yang akan melaksanakan itu, Bapak-Ibu juga yang punya keluarga harus ikut menjaga," kata Reinhard Golose, seusai peresmian patung ini.

Ia menegaskan, momentum Hari Pahlawan seperti saat ini menjadi pengingat bagi warga untuk bersama-sama menegaskan anti-premanisme. Ia juga mengajak para stakeholder turut membantu mewujudkan Bali yang bebas premanisme dan narkotika.

"Di Hari Pahlawan ini, kita memperingati bagaimana para pahlawan-pahlawan yang mendahului kita berjuang untuk kita. Kita yang diberikan oleh negara dari uang rakyat, pajak rakyat, diberikan kesempatan untuk menjaga amanat rakyat, kita nggak boleh menyia-nyiakan itu," ajaknya.

"Tidak boleh ada dari pejabat-pejabat di pulau ini, yang masih menggunakan para preman ini sebagai alat-alat mereka, tidak boleh ada," tegas Reinhard Golose.

Ia juga mengimbau aparat penegak hukum di Pulau Dewata, agar tak akan pandang bulu untuk penegakan hukum.

"Dia akan berhadapan dengan kami, para criminal justice system, para penegak hukum dan kita akan bertindak sangat tegas, sekali lagi akan bertindak tegas," pungkasnya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Begini Cara DPRD Bali Meriahkan HUT Provinsi Bali

Minggu, 13 Agustus 2017
Nusantara

Ketua Umum PP Polri Resmikan Rumah Pangan Kita di Bali

Sabtu, 09 September 2017

Komentar