Ketua BTB Bantah Ada Kesepakatan Rahasia dengan Toko Mafia Tiongkok

Rabu, 31 Oktober 2018 | 14:49 WIB
Share Tweet Share

Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama bersama anggota saat rapat koordinasi terkait kasus mafia Tiongkok yang bermain merusak citra Bali. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Ketua Bali Tourism Board (BTB) IB Agung Partha Adnyana, menghadiri rapat koordinasi DPRD Provinsi Bali dengan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan para stakeholder pariwisata, di Gedung DPRD Provinsi Bali, Rabu (31/10/2018).

Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota dewan yang hadir secara khusus menyodok pertemuan ketua BTB dengan para pemilik toko yang diduga masuk jaringan mafia Tiongkok, beberapa waktu lalu. Apalagi ada dugaan, dalam pertemuan tersebut ada kesepakatan rahasia yang dilakukan, di luar kesepakatan resmi hitam di atas putih yang justru bocor usai pertemuan yang digelar rahasia tersebut.

Baca Juga:
DPRD Bali "Adili" Mafia Tiongkok

"Bali Tourism Board jangan biasakan untuk mengambil langkah - langkah secara parsial, bermain sendiri seolah menjadi wakil Bali dalam membuat kesepakatan - kesepakatan dengan mafia Tiongkok. Ini merusak citra Bali juga," kata Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Bali, Ketut Kariyasa Adnyana, dalam rapat koordinasi tersebut.

"Jika ada pemikiran, sampaikan ke pemerintah, bukan langsung membuat kesepakatan. Kesepakatan yang terlihat hanya beberapa poin saja, di balik itu jangan -jangan ada kesepakatan lain," imbuhnya.

Baca Juga:
Kariyasa Usulkan 12 Rekomendasi untuk Kasus Mafia Tiongkok

Hal tak jauh berbeda disampaikan anggota Komisi II DPRD Provinsi Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana, dalam rapat tersebut. Ia pun meminta ketua BTB, agar menjelaskan soal pertemuan rahasia dengan para pemilik toko jaringan mafia Tiongkok itu.

"Ada pemberitaan di media soal ketua BTB menggelar pertemuan dengan para pemilik toko, dan membuat kesepakatan. BTB kan tidak punya kewenangan itu. Mohon itu dijelaskan," ujar Adhi Ardhana.

Baca Juga:
Toko Jaringan Mafia Tiongkok Mengaku Belum Bereskan Izin

Terkait hal ini, Ketua BTB IB Agung Partha Adnyana, membantah bahwa dalam pertemuan dimaksud ada kesepakatan rahasia yang menguntungkan dirinya atau kelompok tertentu.

"Soal polemik ini, saya akan belajar dari hal ini. Hanya ada niat baik dan tulus untuk menyelesaikan masalah yang terjadi, terutama setelah blusukan dengan Pak Wagub," jelas Partha Adnyana.

"Yang jelas, tidak ada kesepakatan rahasia. Kami tahu kewenangan kami, tidak sampai membuat kesepakatan. Dan saya tidak berpikir, hal ini sampai dianggap kurang bagus," imbuhnya.

Baca Juga:
Polda Bali Janji Usut Stempel Burung Garuda di Toko Mafia Tiongkok

Partha Adnyana menambahkan, apa yang dilakukannya semua transparan, dan dilaporkan kepada stakeholder BTB melalui WA grup. Selain itu, ia juga melaporkan hasil pertemuan dimaksud kepada Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati serta Konjen Tiongkok.

"Apa yang saya lakukan, saya sampaikan di WA Grup. Kami juga sampaikan kepada Pak Wagub. Begitu juga kepada Konjen Tiongkok. Bahkan Konjen Tiongkok mengapresiasi hal ini dan bilang ke kami: 'Kamu mungkin akan kekurangan tamu sedikit selama sekitar enam bulan ke depan (karena masalah ini) tetapi nanti setelah itu pasti akan banyak tamu (Tiongkok) ke Bali'," beber Partha Adnyana.

Ia pun meyakinkan bahwa apa yang ia lakukan bersama stakeholder BTB, semuanya untuk kebaikan pariwisata Bali. Pihaknya ingin kasus ini segera diselesaikan, dan citra pariwisata Bali kembali baik di mata warga Tiongkok.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

RSUP Sanglah Diusulkan Dikelola Pemprov Bali

Rabu, 31 Mei 2017
Nusantara

Tanggul Jebol di Jembrana Sudah Diperbaiki

Senin, 05 Juni 2017
Nusantara

Mendagri: Bali Harus Jadi Inspirasi Daerah Lain

Sabtu, 10 Juni 2017

Komentar