Gubernur Bali Sampaikan Ranperda Perubahan APBD 2018

Rabu, 12 September 2018 | 20:11 WIB
Share Tweet Share

Gubernur Bali, Wayan Koster, saat menyampaikan Ranperda Tentang Perubahan APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2018 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali. [foto: humas dprd bali]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan Ranperda Tentang Perubahan APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2018, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Rabu (12/9/2018).

Penyampaian Ranperda ini dilakukan setelah KUA - PPAS Perubahan APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2018 telah ditandatangani beberapa waktu lalu, oleh gubernur, wakil gubernur, dan pimpinan DPRD Provinsi Bali.

Menurut Gubernur Koster, Ranperda Tentang Perubahan APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2018 sudah disusun berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali hingga terakhir berupa Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 21 Tahun 2011.

Gubernur Koster merinci, Pendapatan Daerah pada APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2018 yang semula dirancang sebesar Rp5,9 triliun lebih, mendapatkan penambahan sebesar Rp278 miliar. Dengan demikian, Pendapatan Daerah diubah menjadi sebesar Rp6,2 triliun lebih. 

"Perubahan tersebut terjadi karena ada perubahan target Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah," kata mantan anggota DPR RI Dapil Bali ini.

Sementara Belanja Daerah yang semula dianggarkan sebesar Rp6,6 triliun berkurang sebesar Rp68 miliar.

"Defisit anggaran pada anggaran induk tahun 2018 yang mulanya sebesar Rp683 miliar berkurang menjadi sekitar Rp356 miliar," tegas Gubernur Koster, yang hadir bersama Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Ditambahkan, sejalan dengan berkurangnya defisit anggaran, penerimaan Pembiayaan Daerah juga perlu disesuaikan. Sehingga Pembiayaan Daerah yang pada awalnya sebesar Rp683 miliar berubah menjadi Rp452 miliar. 

“Pengurangan ini mengacu kepada besaran SILPA yang tertuang dalam Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2017. Ppengeluaran pembiayaan juga perlu disesuaikan dari semula tidak dianggarkan, menjadi Rp390 miliar," ujarnya.

Selanjutnya, Gubernur Koster mengapresiasi segenap pihak yang telah ikut bekerja menyusun Perubahan APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2018. Ia juga berharap agar legislatif dan eksekutif ke depan bisa berjalan beriringan, demi membangun Bali.

“Bagaimanapun juga, kita adalah mitra yang sama-sama dipilih oleh rakyat Bali. Saya harap, ke depan kita bisa terus bekerja sama dan beriringan dalam hal mengabdi kepada masyarakat Bali,” ucapnya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar