Gempa Lombok, 131 Orang Meninggal Dunia dan 1.477 Orang Luka Berat

Rabu, 08 Agustus 2018 | 21:49 WIB
Share Tweet Share

Alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi korban gempa di Lombok. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Penanganan darurat pascagempa 7 SR yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat dan Bali, Minggu (5/8/2018) Pukul 19.46 WITA, memasuki hati ketiga.

Penanganan darurat ini diintensifkan. Bahkan jumlah personil, bantuan logistik, alat berat, hingga distribusi bantuan ditingkatkan.

Sementara Tim SAR Gabungan, terus melakukan evakuasi dan penyisiran terhadap korban yang masih tertimbun bangunan yang roboh. Evakuasi mengerahkan 14 alat berat, 4 anjing pelacak dan personil gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, hingga Rabu (8/8/2018) Pukul 14.00 WITA, jumlah korban akibat gempa 7 SR di NTB dan Bali sebanyak 131 orang meninggal dunia, 1.477 orang luka berat dan dirawat inap di rumah sakit, 156.003 orang mengungsi, 42.239 unit rumah rusak dan 458 unit sekolah rusak.

"Data ini diperkirakan akan terus bertambah, mengingat pendataan belum semuanya selesai dilakukan. Selain itu, korban belum semua ditemukan oleh Tim SAR Gabungan," kata Sutopo, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (8/8/2018).

Baca Juga: Gempa 7 SR Guncang Lombok, Berpotensi Tsunami

Kabupaten Lombok Utara paling parah terdampak bencana. Dari 131 orang meninggal akibat gempa, 78 orang di antaranya di Kabupaten Lombok Utara.

Sisanya di Lombok Barat 24 orang, Lombok Timur 19 orang, Kota Mataram 6 orang, Lombok Tengah 2 orang, dan Kota Denpasar 2 orang.
 
Di sosial media, diakui Sutopo, beredar data bahwa jumlah korban meninggal yang lebih banyak. Bahkan hasil pertemuan camat se-Kabupaten Lombok Utara, menyebutkan bahwa jumlah korban 347 orang meninggal dunia.

"Dalam hal ini Posko BNPB dan Pusdalops BPBD NTB masih melakukan verifikasi kebenaran data tersebut. Laporan data korban harus dilampirkan identitas korban yaitu nama, usia, jenis kelamin dan alamat asal untuk menyatakan bahwa data korban korban tersebut benar. Sebab konsekuensi dari adanya korban meninggal dunia maka pemerintah akan memberikan bantuan santunan duka cita dan lainnya," ujarnya.
 
BNPB dan BPBD NTB, lanjut Sutopo, sudah meminta bupati Lombok Utara untuk memberikan lampiran identitas korban meninggal di Kabupaten Lombok Utara akibat gempa bumi 7 SR untuk dilakukan verifikasi.

"Sesuai regulasi yang ada, data resmi dari korban akibat bencana yang benar dan diakui pemerintah adalah data dari BNPB dan BPBD," tandas Sutopo.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Gempa Guncang Aceh Selama 5 Detik

Senin, 29 Mei 2017
Nusantara

Poso Diguncang Gempa 6,6 SR

Selasa, 30 Mei 2017
Nusantara

Tiga Kali Gempa Bumi Guncang Poso

Selasa, 30 Mei 2017

Komentar