APRINDO dan Kapolda Bali Sepakat Dorong Kompetisi Sehat

Selasa, 10 Juli 2018 | 19:54 WIB
Share Tweet Share

Kapolda Bali, Irjen (Pol) Petrus Reinhard Golose, bersama jajaran pengurus APRINDO Bali. [foto: istimewa]

[DENPASAR] Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO) Bali, Agung Agra Putra, diterima oleh Kapolda Bali, Irjen (Pol) Petrus Reinhard Golose, di ruang kerjanya, di Mapolda Bali, Denpasar, Selasa (10/7/2018).

Pada kesempatan tersebut, Agung Agra Putra didampingi Sekretaris APRINDO Bali, I Made Abdi Negara, bersama jajaran pengurus, yakni Ida Bagus Werdi Budaya (Rama Mart) dan Budimana Sinaga (Carrefour).

Dalam diskusi dengan Kapolda Bali, ada beberapa hal penting yang dibahas. Di antaranya, terkait dukungan APRINDO kepada jajaran Polda Bali dalam penegakan aturan serta upaya menjaga keamanan dan ketertiban bersama sebagai indikator utama tumbuhnya investasi di Bali.

Selain itu, juga dibahas tentang peran serta bersama untuk memastikan terjadinya iklim kompetisi yang sehat di Bali.

Kapolda Bali, Irjen Petrus Reinhard Golose, secara tegas menyatakan dukungan dan peran aktif kepolisian untuk memastikan investasi yang sehat serta keamanan dan ketertiban untuk perkembangan Bali yang lebih baik di masa depan.

Kapolda Bali bahkan juga meminta dipertemukan dengan pengusaha ritel anggota APRINDO, untuk menyampaikan secara langsung
peran dan fungsi Polri dalam memastikan kepentingan masyarakat, terutama pengusaha terayomi melalui penegakan dan kepastian hukum.

"Kami juga ingin masukan langsung dari rekan-rekan peritel, sehingga pelaksanaan di lapangan bisa lebih efektif lagi," tuturnya.

Sementara itu Ketua APRINDO Bali, Agung Agra Putra, mengharapkan bahwa penegakan hukum terhadap aturan dan regulasi di bidang perdagangan harus melihat sisi lain.

Misalnya kondisi riil di lapangan dan komitmen bersama pengusaha melalui asoasiasi untuk mencegah pelanggaran yang terjadi, seperti sistem monopoli atau kartel dan pelanggaran lain.

"Kami siap menjadi mitra Polri untuk memastikan tidak terjadinya pelanggaran seperti monopoli dan kartel di lingkungan ritel," tandas Agung Agra Putra.

Sekretaris APRINDO Bali, I Made Abdi Negara, menambahkan, salah satu yang patut diapresiasi saat ini oleh pengusaha Bali khususnya di bidang ritel adalah tidak adanya gangguan premanisme.

"Hal ini sangat kami rasakan, baik secara langsung dan tidak langsung," kata Abdi Negara.

Bahkan diakuinya, premanisme tidak hanya mengganggu kenyamanan berinvestasi, tetapi juga merugikan secara nyata.

"Kami doakan Bapak Kapolda selalu sehat dan lama menjabat di Bali, agar benar-benar Bali bisa bebas dari tindak premanisme," ujar Abdi Negara, dalam pertemuan yang juga dihadiri Dirintelkam, Direskrimsus dan Sespripim Polda Bali itu.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar