Gubernur Bali Diminta Perjuangkan Nasib Guru OJTM

Selasa, 10 Juli 2018 | 12:49 WIB
Share Tweet Share

Anggota Fraksi Panca Bayu DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Tirtawan. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR] Berdasarkan data pada Dinas Pendidikan Provinsi Bali, tahun 2017 lalu tercatat ada 1.160 guru kontrak dan 1.384 guru OJTM (orang per jam tatap muka) yang tersebar di seluruh SMA/ SMK serta SLB se-Bali.

Adapun pada tahun 2018, ada 1.126 guru kontrak dan 1.077 guru OJTM. Di sisi lain, tahun ini ada usulan OJTM baru sebanyak 290 orang dari 84 sekolah di Bali.

Sementara Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali justru menyediakan formasi guru kontrak SMA dan SMK Negeri sebanyak 100 orang.

Kondisi ini mendapat catatan khusus dari Fraksi Panca Bayu DPRD Provinsi Bali, saat Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2017, di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (9/7/2018).

"Kami minta kepada gubernur, untuk memperjuangkan nasib guru OJTM di SMA/ SMK agar mendapat upah sesuai UMP," kata anggota Fraksi Panca Bayu DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Tirtawan, saat membacakan pandangan umum fraksinya.

Menurut politikus Partai NasDem asal Buleleng itu, selama ini guru OJTM dibayar sebesar Rp 50 ribu per jam. Hal itu dipandang belum layak.

"Selama ini guru OJTM hanya mendapat bayaran sebesar Rp 50 ribu per jam untuk setiap kali tatap muka. Semoga ke depan, mereka diberi upah yang lebih layak," pungkas Tirtawan, yang juga anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

RSUP Sanglah Diusulkan Dikelola Pemprov Bali

Rabu, 31 Mei 2017
Nusantara

Tanggul Jebol di Jembrana Sudah Diperbaiki

Senin, 05 Juni 2017
Nusantara

Mendagri: Bali Harus Jadi Inspirasi Daerah Lain

Sabtu, 10 Juni 2017

Komentar