Karya Yadnya Baligia, Griya Ulon Jungutan Gelar Pengobatan Gratis

Rabu, 16 Mei 2018 | 13:30 WIB
Share Tweet Share

Kegiatan pengobatan gratis di sela-sela upacara Melaspas Pesucian dan Ngulonang Daging, di Griya Ulon Jungutan, Banjar Dinas Jungutan, Desa Adat Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Rabu (16/5/2018). [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR] Keluarga besar 10 Griya di Karangasem, Bali, menggelar upacara Melaspas Pesucian dan Ngulonang Daging, di Griya Ulon Jungutan, Banjar Dinas Jungutan, Desa Adat Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Rabu (16/5/2018).

Melaspas Pesucian dan Ngulonang Daging ini merupakan rangkaian Karya Yadnya Baligia, yang puncaknya akan dilaksanakan tanggal 10 Agustus 2018.

Ini merupakan karya agung penghormatan kepada leluhur di Bali, setelah pelebon atau pengabenan. Acara besar seperti ini pernah digelar sebelumnya pada tahun 1930 atau sekitar 88 tahun silam.

Menariknya, di sela-sela upacara yang dihadiri lebih dari 1.000 warga ini, Griya Ulon Jungutan juga menggelar kegiatan pengobatan gratis bagi warga sekitar.

Sekitar 200 warga yang memeriksakan kesehatan dalam kegiatan pengobatan gratis ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Padma Bahtera Medical Centre, ini.

Sementara itu, upacara Melaspas Pesucian dan Ngulonang Daging dihadiri lebih dari 1.000 warga. Hadir pula tokoh masyarakat Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, dan tokoh Griya Ulon Jungutan, Ida Bagus Oka Gunastawa.

Menurut Gunastawa, acara ini digelar secara bersama-sama untuk menghormati sekitar 600 roh leluhur yang telah diaben.

Dari jumlah tersebut, 80-an di antaranya merupakan leluhur dari 10 Griya di Karangasem dan sisanya leluhur dari masyarakat umum dari seluruh Bali.

Karya besar ini digelar bersama-sama, selain untuk memupuk kebersamaan, juga untuk meringankan pembiayaan.

Melaspas Pesucian dan Ngulonan Daging sendiri, dilaksanakan untuk memasukkan seluruh bahan atau perlengkapan upacara jelang Karya Yadnya Baligia.

Seluruh perlengkapan upacara, akan disimpan di satu tempat khusus, yang dinamakan Pesucian. Tempat tersebut tidak boleh sembarangan orang boleh masuk. Di tempat tersebut, orang juga tidak boleh bicara bebas, membuang ludah, garuk kepala, atau hal lain yang dianggap tidak pantas.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

11 Titik Hotspot di Gunung Agung

Selasa, 19 September 2017

Komentar