Era Revolusi Industri, Pelaku Media Online Wajib Pahami Ini

Senin, 16 April 2018 | 09:10 WIB
Share Tweet Share

Ketua Umum AJO Indonesia, Rival Achmad Labbaika, saat membuka Musda I DPD AJO Indonesia Riau. [foto: istimewa]

[PEKAN BARU] Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia Provinsi Riau, menggelar Musyawarah Daerah (Musda) I, di Baliview Simpang Tiga, Pekan Baru, Provinsi Riau, Minggu (15/4/2018).

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan ini, Ketua Umum DPP AJO Indonesia Rival Achmad Labbaika, mengingatkan media online yang tergabung di AJO Indonesia agar dapat menghadirkan dan menyajikan berita-berita yang bernilai, yang membangun, serta mengandung nilai-nilai luhur Pancasila.

Ia juga mengingatkan agar jangan sampai membuat berita-berita bohong (hoaks), atau fake news (berita palsu) dan yellow journalism. Sebab, hal-hal seperti itu dapat merusak dan mengoyak nilai-nilai kebangsaan.

"Bagi anggota AJO Indonesia yang menyajikan berita hoaks, pengurus AJO Indonesia akan mengambil sikap dan tindakan tegas, karena berita-berita hoaks dapat merusak nilai-nilai kebangsaan kita," tandas Rival Achmad Labbaika.

Pada kesempatan tersebut, ia memberikan beberapa konsep SEO, yang menurut dia, menjadi hal penting untuk dipahami oleh pelaku industri digital dalam hal ini media online, termasuk dalam industri digital itu sendiri.

"Saya tak pernah meragukan kemampuan jurnalistik serta pemahaman jurnalistik teman - teman media yang hadir hari ini, terutama media-media yang tergabung dalam AJO Indonesia," ucapnya.

"Namun yang harus disadari, kita berada dalam era industri 4.0. Maka menjadi sebuah keharusan bagi pemilik media maupun pemimpin redaksi, juga para senior redaktur hingga jurnalis dan reporter media-media yang tergabung dalam AJO Indonesia, untuk mengubah paradigma dan pola pikir jurnalis konvensional ke dunia digital," imbuh Rival Achmad Labbaika.

Ia menambahkan, arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Arus globalisasi ini disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih.

"Dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic,dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation," tegas Rival Achmad Labbaika.

Menghadapi tantangan tersebut, imbuhnya, semua para pelaku media online yang berada dalam industri digital harus memiliki pemahaman yang mumpuni tentang industri digital.

"Harus paham industri digital itu sendiri, paham SEO, mengerti apa itu digital marketing, untuk mengembangkan media online kita," tandas Rival Achmad Labbaika.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

AJO Indonesia Bengkulu Segera Gelar Musda

Senin, 16 April 2018
Nusantara

AJO Indonesia Lampung Sukses Gelar Musda

Kamis, 19 April 2018

Komentar