Koster Akan Galakkan Lomba Mancing, Kenapa?

Minggu, 15 April 2018 | 16:27 WIB
Share Tweet Share

Calon Gubernur Bali Nomor Urut 1, Wayan Koster (tengah), di sela-sela Lomba Mancing Semarak KBS-Ace di Tukad Punggawa, Desa Sidakarya, Denpasar, Minggu (15/4/2018). [foto: istimewa]

[DENPASAR] Jika dipercaya memimpin Bali lima tahun ke depan, Calon Gubernur Bali Nomor Urut 1, Wayan Koster, berjanji akan lebih menggalakkan kegiatan lomba mancing yang selama ini sangat digemari warga.

Hal ini disampaikan Wayan Koster, saat membuka Lomba Mancing Semarak KBS-Ace di Tukad Punggawa, Desa Sidakarya, Denpasar, Minggu (15/4/2018), yang diikuti sekitar 3300 pemancing mania se-Kota Denpasar.

Koster kemudian mengungkapkan sejumlah alasan, mengapa pihaknya akan menggalakkan kegiatan lomba mancing.

Di antaranya, selain sebagai kegiatan rekreasi keluarga yang merakyat, kegiatan semacam ini juga turut andil dalam membangun kesadaran warga dalam upaya melestarikan kebersihan sungai di wilayah hilir.

"Kegiatan semacam ini sangat merakyat dan menghibur, utama sekali ikut pula melibatkan masyarakat dalam menjaga membersihkan sungai, khususnya di hilir," jelasnya.

Jadi, menurut dia, karena kegiatan semacam ini mampu merangsang partisipasi masyarakat dalam ikut melestarikan dan menjaga kebersihan aliran sungai, sehingga selaras dengan visi misi Koster-Ace yakni konsep pembangunan Sat Kerthi Loka Bali yang sangat berpihak terhadap pelestarian lingkungan dan alam Bali.

"Dalam Sat Kerthi Loka, salah satu tujuannya adalah bagaimana menjaga kelestarian alam Bali, mulai dari kawasan danau, gunung, laut, hutan termasuk sungai. Jadi, kegiatan semacam ini akan saya galakkan nantinya," tegasnya.

Namun dalam upaya menjaga pelestarian daerah aliran sungai, pihaknya akan melakukan secara terpadu dan menyeluruh, mulai dari hulu hingga ke hilir.

Tujuannya, untuk menjaga kelestarian sumber-sumber daya air yang berhubungan dengan kebutuhan mendasar masyarakat akan air bersih. Apalagi sumber daya air di Bali, tidak hanya berhubungan dengan keperluan sehari-hari, tetapi juga dengan pertanian serta kegiatan keagamaan.

"Nanti Tiyang akan perkuat juga melalui regulasi, dukungan anggaran dan pelibatan daerah kabupaten/ kota. Karena wilayah hulu sungai terletak di daerah kabupaten, khususnya di Badung. Dengan Satu Jalur, akan lebih mudah dilakukan," tandas Koster.

Hadir dalam kegiatan ini tokoh senior PDIP Bali Nyoman Adi Wiryatama (Ketua DPRD Bali), Ni Putu Eka Wiryastuti (Bupati Tabanan), IGN Jaya Negara (Sekretaris DPD PDIP Bali dan Plt Walikota Denpasar), IGN Gede (Ketua DPC PDIP Denpasar, Ketua DPRD Denpasar dan Ketua Tim Koster-Ace Denpasar), Ketut Suteja Kumara (Anggota Fraksi PDIP DPRD Denpasar) dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar