Wah, Ada yang Main Klaim Perjuangan Dana Pembangunan Pasar Badung?

Rabu, 11 April 2018 | 15:32 WIB
Share Tweet Share

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito bersama Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, dalam sebuah kesempatan saat mendiskusikan pembangunan Pasar Badung. [foto: istimewa]

[DENPASAR] Anggota DPR RI I Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, meluruskan klaim serta pembohongan publik yang dilakukan salah satu tokoh terkait perjuangan mendapatkan dana pusat untuk pembangunan Pasar Badung.

Menurut Sumarjaya Linggih, pasca terbakarnya Pasar Badung, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, langsung membuat permohonan bantuan kepada pemerintah pusat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Denpasar.

Sebagai tindak lanjut permohonan tersebut adalah anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Nyoman Dhamantra dan I Gede Sumarjaya Linggih, beserta semua anggota Komisi VI DPR RI, meninjau Pasar Badung.

“Karena urusan bantuan pasar memang wewenang Komisi VI DPR RI. Akhirnya disepakati turun bantuan dana sebesar Rp 75 miliar, melalui Kementerian Perdagangan. Ini angka bantuan dana terbesar di Indonesia di tahun 2017,” papar Sumarjaya Linggih.

Turut hadir ke Kota Denpasar, Dirjen Perdagangan Kementerian Perdagangan RI yang diterima oleh Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara.

Selanjutnya Jumat, 6 Oktober 2017, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito datang langsung ke Denpasar untuk mengontrol pembangunan Pasar Badung.

Kedatangan Menteri Perdagangan di Denpasar, diterima langsung oleh Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, didampingi Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sumarjaya Linggih menegaskan, proyek tahap I dengan dana tersebut sudah selesai pada bulan Desember 2017, di mana proyek dikerjakan oleh PT Nindya Karya.

“Tahap II akan dilanjutkan di tahun 2018 ini dengan memakai APBD Kota Denpasar. Semoga masyarakat tidak bingung jika ada pihak-pihak yang melakukan klaim ngawur atas pendanaan Pasar Badung,” tandas Sumarjaya Linggih.

Sebagaimana telah diberitakan, seorang tokoh politik telah melakukan klaim atas perjuangan mendapatkan dana sebesar Rp75 miliar untuk perbaikan Pasar Badung, yang terbakar awal 2016 lalu.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar