Soal Dugaan Pemerasan WNA, Ini Penjelasan Imigrasi Labuan Bajo

Senin, 26 Maret 2018 | 11:07 WIB
Share Tweet Share

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Labuan Bajo Robertus Ferdian A Sidharta, didampingi, Ady M Rasyid, Kepala Sub Seksi Penindakan dan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas III Labuan Bajo. [foto: indonesiakoran.com/ itho umar]

[LABUAN BAJO] Dugaan pemerasan terhadap warga negara asing oleh Kantor Imigrasi Kelas III Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian luas masyarakat.

Bahkan kasus dugaan pemerasan terhadap warga negara Jerman itu mendapat perhatian khusus dari Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta.

Terhadap kasus tersebut Robertus Ferdian A Sidharta, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Labuan Bajo, menyampaikan kronologis lengkapnya saat dikonfirmasi indonesiakoran.com, di Labuan Bajo, Minggu (25/3/2018).

Dikatakan, pada Senin tanggal 19 Maret 2018, Kantor Imigrasi Kelas III Labuan Bajo telah mengamankan 1 (satu) orang warga negara Jerman, karena diduga melakukan penyalahgunaan izin tinggal.

Setelah dilakukan pemeriksaan yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), yang bersangkutan terbukti telah melanggar Pasal 122 Huruf (a) UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Yang bersangkutan, demikian Sidharta, bekerja di PT Fun Diving dengan jabatan sebagai Direktur Keuangan.

"Akan tetapi yang bersangkutan juga bekerja sebagai Dive Master di Orcha Dive. Sebagaimana diketahui, orang asing yang bekerja di Indonesia tidak boleh merangkap jabatan," paparnya.

Dari hasil BAP tersebut, kepala Kantor Imigrasi Kelas III Labuan Bajo memberikan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa Pencabutan Ijin Tinggalnya (KITAS), pengusulan penangkalan dan pendeportasian sesuai Pasal 75 Ayat 2 UU Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

"Warga negara Jerman atas nama Irina Fetzer tersebut sudah dideportasi melalui Bandara Komodo menuju Bali, kemudian dilanjutkan pulang ke negaranya dengan dikawal oleh dua orang petugas imigrasi pada hari Kamis, tanggal 22 Maret 2018," urainya.

Disinggung terkait pemberitaan yang mengabarkan tentang adanya keterlibatan oknum Kantor Imigrasi Kelas III Labuan Bajo yang melakukan pemerasan, Sidharta menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa seluruh anggotanya.

"Kami sudah periksa seluruh anggota kami dan tidak menemukan keterlibatan mereka," tegas Sidharta.

Sementara soal kebenaran ada oknum di Jakarta yang melakukan pemerasan atau tidak, Sidharta mengaku tidak mengetahuinya.

"Kasus ini sedang didalami oleh Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta," pungkas Sidharta.

Reporter: Itho Umar

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar