Konser Bali Salam 2 Jari Jadi Ajang Edukasi Sampah

Senin, 12 Maret 2018 | 14:41 WIB
Share Tweet Share

Komunitas Peduli Sampah bersama tempat sampah yang disediakan selama berlangsungnya Konser Bali Salam 2 Jari di Lapangan Astina Gianyar, Bali, Minggu (11/3/2018) malam. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR] Komunitas Taksu Seni Bali menggelar Konser Bali Salam 2 Jari, di Lapangan Astina Gianyar, Bali, Minggu (11/3/2018).

Konser yang melibatkan ratusan seniman dan didedikasikan untuk Calon Gubernur Bali Nomor Urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, ini menyedot perhatian ribuan warga yang hadir.

Kesempatan ini dimanfaatkan warga untuk bersantai bersama keluarga. Selain menikmati karya - karya para seniman Bali, warga juga menikmati berbagai tawaran kuliner yang dijual di sekitar Lapangan Astina Gianyar.

Menariknya, meski dihadiri ribuan warga, tak ada sampah yang berserakan di Lapangan Astina Gianyar.

Setelah ditelusuri, pihak penyelenggara ternyata menjadikan Konser Bali Salam 2 Jari ini sebagai ajang untuk mengedukasi warga, agar membuang sampah pada tempatnya.

"Untuk konser ini, sejumlah Komunitas Peduli Lingkungan juga terlibat," kata Koordinator Kebersihan Konser Bali Salam 2 Jari, Ida Bagus Mandhara Brasika, di sela-sela konser yang disaksikan langsung oleh Rai Mantra bersama istri dan Ketua Koalisi Rakyat Bali AA Bagus Adhi Mahendra Putra, ini.

Beberapa Komunitas Peduli Lingkungan yang terlibat, di antaranya dari Griya Luhu, Komunitas Malu Dong, Komunitas Nuduk Sampah Plastik dan Poros Muda Gianyar.

"Kita menyebar tempat sampah tiga jenis sampah. Ada untuk sampah organik, non-organik dan recycle," papar pria yang akrab disapa Gus Nara, tersebut.

Tempat sampah ini disebar di 20 titik di arena konser, untuk memudahkan warga yang hadir membuang sampah. Selain menyebar tempat sampah, anggota komunitas juga berkeliling untuk memungut sampah yang tercecer.

Setiap tempat sampah, dipasangi poster bergambar sampah sesuai jenisnya. Jadi, penonton bisa melihat poster itu kalau bingung membuang sampah.

Awalnya, memang ada beberapa pengunjung yang datang ke tengah lapangan dengan membawa makanan. Tapi membiarkan sampahnya begitu saja. Panitia tidak menegur, tetapi langsung memungut sampah di hadapan orangnya.

Semula, hanya ada 7 anggota tim yang memungut sampah. Melihat aksi tim, masyarakat kemudian ikut bergerak busng sampah pada tempatnya.

"Pada awalnya masih ada yang buang sampah sembarangan. Tapi setelah kita memberi contoh, mereka jadi malu dan mulai mengikuti buang sampah pada tempatnya. Jadi konser ini juga ajang kita mengedukasi tentang sampah," pungkas Gus Nara.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar