Begini Cara Aktivis Bali Sruti Rayakan Hari Ibu

Sabtu, 23 Desember 2017 | 11:29 WIB
Share Tweet Share

Aktivis LSM Bali Sruti bersama tukang suun di Pasar Tiara Grosir, Denpasar, Bali, Jumat (22/12/2017). [foto: istimewa]

[DENPASAR ] Para aktivis perempuan yang tergabung dalam LSM Bali Sruti, merayakan Hari Ibu dengan berbagi pengetahuan dan sembako kepada 100 perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai tukang suun di pasar Tiara Grosir (relokasi dari Pasar Badung), di Denpasar, Bali, Jumat (22/12/2017).

“Guna memperingati Hari Ibu, Hari Pemberdayaan Perempuan Indonesia, kami aktivis Bali Sruti merayakannya dengan cara berbagi pengetahuan dan rezeki kepada saudari-saudari kami, kaum perempuan kurang beruntung dalam pendidikan. Kami berbagai kepada 100 tukang suun di Pasar Tiara Grosir,” kata anggota LSM Bali Sruti, Utami Dwi Suryadi, di sela-sela kegiatan tersebut.

Utami menjelaskan, pada kesempatan tersebut pihaknya membagikan pengetahuan tentang perlindungan anak dari kekerasan fisik dan seksual.

“Sekarang ini anak-anak rawan menjadi korban kekerasan fisik dan seksual. Kita berikan pemahaman soal itu, agar mereka bisa melindungi anak-anak dan cucu mereka dari ancaman kekerasan seksual dan kekerasan fisik,” paparnya.

Anggota Komisi IV DPRD Bali ini menambahkan, pihaknya juga membagikan paket sembako dan paket makan siang.

“Itu sebagai rasa syukur kami akan kemajuan perempuan Indonesia dan selalu mengingat bahwa masih banyak perempuan yang tertinggal di berbagai bidang. Kita harus ikut memajukan mereka untuk Indonesia jaya,” tandas Utami.

Lebih lanjut Srikandi partai Demokrat asal Kota Denpasar ini mengatakan, pihaknya menyampaikan terimakasih atas perjuangan pemberdayaan perempuan Indonesia selama 89 tahun terakhir sejak 22 Desember 1928.

Perjuangan itu di antaranya menghapus buta huruf, penghapusan perkawinan dini, memperbaiki kesehatan reproduksi, dan lainnya.

“Kini kami telah menikmati pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan berdaya sehingga mampu berkontribusi bagi negara dengan profesinya masing-masing, baik sebagai guru, pengusaha, hakim, politisi, dan lainnya,” tutur Utami.

Kendati sudah ada banyak kemajuan dicapai dalam pemberdayaan perempuan, namun ia mengaku masih banyak yang perlu diperjuangkan.

“Ini tentu menjai tugas kita bersama ke depan, untuk terus memberdayakan perempuan. Dan hari ini kami bertemu ibu-ibu di pasar untuk berbagai pengetahuan selain berbagi rezeki kepada mereka,” pungkas Utami.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar