Kinerja ULP Manggarai Barat Dipertanyakan

Rabu, 06 Desember 2017 | 20:58 WIB
Share Tweet Share

Stanis Stan. [foto: istimewa]

[LABUAN BAJO] Kinerja ULP (Unit Layanan Pengadaan) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menuai sorotan.

"Kami mempertanyakan kinerja ULP Manggarai Barat. Sebab dalam menentukan kontraktor pemenang tender untuk proyek - proyek fisik misalnya, ULP terkesan sama sekali tidak mempertimbangkan kualitas kontraktor," kata Ketua Mabar Watch, Stanis Stan, di Labuan Bajo, Rabu (6/12/2017).

Menurut dia, ada beberapa kualitas kontraktor yang terkesan diabaikan ULP saat lelang sejumlah proyek fisik di Bumi Komodo itu.

"Mulai dari sisi keahliannya , ketersediaan armada pendukung kegiatannya maupun kesiapan modal minimum, sepertinya jauh dari perhatian ULP," tandas Stanis Stan.

Sebagai akibatnya, menurut dia, tidak sedikit proyek fisik tahun 2017 ini di Manggarai Barat yang kualitas pengerjaanya sangat buruk.

"Bahkan ada proyek yang terancam gagal selesai di tahun ini. Kuat dugaan, dalam penentuan pemenang tender oleh yang punya otoritas, justru syarat KKN," ucapnya.

Padahal, menurut dia, tender sesungguhnya adalah proses seleksi calon kontraktor, yang berkualitas dan siap untuk mengerjakan proyek. Hanya saja kesannya, seolah - olah tender hanyalah sebuah dramatisasi proses.

"Output-nya adalah penunjukan. Dengan kata lain, sebelum tender dilakukan sesungguhnya sudah tahu calon pemenangnya. Akibatnya, kualitas hasil pengerjaan sangat buruk dan ini tentu merugikan masyarakat Manggarai Barat," tegas Stanis Stan.

Tokoh muda Manggarai Barat ini menambahkan, pihaknya selalu menyoroti kelemahan Bupati Manggarai Barat soal pengawasan terhadap proses pengerjaan di lapangan. Hal itu wajar dan sudah pada tempatnya.

"Tapi jangan lupa, semua persoalan itu terjadi penyebab utamanya adalah penentuan pemenang tender yang menurut saya, masih syarat KKN. Jika otoritas penentu pemenang tender adalah Dinas PU, maka Kadis PU itulah yang patut diduga ada konspirasi. Tetapi jika otoritas itu adanya di ULP, maka kepala ULP patut dipertanyakan kinerjanya dan patut diduga ada praktik KKN di sana," ujarnya.

Justru karena hal seperti ini, demikian Stanis Stan, yang membuat publik selalu mengarahkan kritikan kepada Bupati Manggarai Barat selaku pemimpin di daerah.

"Padahal, ada ulah 'tangan-tangan' jahil yang menyebabkan adanya kebobrokan kualitas pengerjaan proyek, dan itu andil para penentu pemenang tender. Kita bisa beberkan banyak bukti," tuturnya.

Beberapa kontraktor misalnya, disebut Stanis Stan, belum patut patut mengerjakan proyek namun malah tampil sebagai pemenang tender.

"Alhasil, proyek terancam gagal dan tidak berkualitas. Saya minta masyarakat proaktif mengawal dan mengawasi proses pengerjaan proyek APBD yang ada di desanya masing - masing. Jika ada yang tidak beres, jangan takut menyuarakan dan menolak hasilnya," pungkas Stanis Stan.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar