Gunung Agung Waspada Setelah 53 Tahun "Tidur"

Senin, 18 September 2017 | 07:36 WIB
Share Tweet Share

Gunung Agung di Bali. [foto: baliheaven.com]

[DENPASAR] Gunung Agung merupakan sebuah gunung vulkanik tipe monoconic strato, yang tingginya mencapai sekitar 3.142 meter di atas permukaan laut.

Gunung tertinggi di Bali ini termasuk muda dan terakhir meletus pada tahun 1963 setelah mengalami "tidur" panjang selama 120 tahun.

Aktivitas Gunung Berapi Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali ini memang tidak terlalu banyak diketahui.

Catatan sejarah mengenai letusan gunung ini, mulai muncul pada tahun 1808. Ketika itu, letusan disertai dengan uap dan abu vulkanik terjadi.

Aktivitas gunung ini berlanjut pada tahun 1821, namun tidak ada catatan mengenai hal tersebut.

Pada tahun 1843, Gunung Agung meletus kembali, yang didahului dengan sejumlah gempa bumi. Letusan ini juga menghasilkan abu vulkanik, pasir, dan batu apung.

Selama 120 tahun setelah gempa tahun 1843, Gunung Agung "tidur" panjang.

Baru pada tahun 1963, Gunung Agung meletus kembali dan menghasilkan akibat yang sangat merusak.

Aktifitas gempa bumi mulai terjadi pada tanggal 16-18 Februari 1963. Gempa tersebut dirasakan oleh masyarakat yang hidup di sekitar Gunung Agung.

Dalam gempa terakhir tersebut, korban tercatat 1.148 orang meninggal dan 296 orang luka.

Pola dan sebaran hasil letusan lampau sebelum tahun 1808, 1821, 1843, dan 1963, menunjukkan tipe letusan Gunung Agung yang hampir sama, diantaranya adalah bersifat eksplosif (letusan, dengan melontarkan batuan pijar, pecahan lava, hujan piroklastik dan abu), dan efusif berupa aliran awan panas, dan aliran lava.

Dari 4 kejadian letusan masa lampau, periode istirahat Gunung Agung dapat diketahui yakni terpendek 16 tahun dan terpanjang 120 tahun.

Setelah "tidur panjang" 120 tahun, letusan Gunung Agung tahun 1963 berlangsung hampir 1 tahun, yaitu dari pertengahan Februari 1963 sampai dengan 26 Januari 1964.

Kini setelah 53 tahun "terlelap", Gunung Agung kembali menunjukkan aktivitas kegempaan.

dinaikkan dari Level I (Normal) ke level II (Waspada).

Sejak 14 September 2017, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menaikkan status Gunung Agung dari Level I (Normal) ke level II (Waspada).

Reporter: Arzy Wulandari
Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Tahun 1963, Gunung Agung Meletus Hampir 1 Tahun

Senin, 18 September 2017
Nusantara

Status Gunung Agung Dinaikkan Jadi Siaga

Selasa, 19 September 2017

Komentar