Lagi, Air Terjun Tegenungan di Bali Memakan Korban

Jumat, 28 Juli 2017 | 17:21 WIB
Share Tweet Share

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, BPBD Bali, dan Basar

[DENPASAR] Objek wisata Air Terjun Tegenungan, di Desa Kemenuh, Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, kembali memakan korban.

Jumat (28/7/2017) Pukul 12.30 WITA, seorang pengunjung bernama Wilfredus (25), tewas di pusaran air terjun ini.

Pria asal Maumere, Flores ini tewas karena mengabaikan larangan petugas untuk mandi di dekat pusaran air terjun.

Proses pencarian korban relatif sulit, bahkan hingga pukul 17.20 WITA, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, BPBD Bali, dan Basarnas masih belum berhasil mengevakuasi korban.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi, sebelum tertelan di pusaran air terjun, korban berkunjung ke tempat kejadian bersama 11 orang temannya, sekitar Pukul 12.00 WITA.

Setelah itu, korban berenang bersama delapan orang temannya.

Namun tanpa sepengetahuan teman-temannya, korban langsung hilang. Diduga, ia terisap ke dalam pusaran air.

Menurut Kepala BPBD Gianyar, Anak Agung Oka Digjaya, sebelum kejadian, di lokasi itu sudah terdapat petugas jaga. Namun lantaran terlalu banyak orang, korban luput dari pantauan petugas.

Digjaya mengatakan, keadaan air terjun tidak terlalu besar. Meski demikian, pusaran tersebut tetap berbahaya. Sebab di bawah air terjun terdapat palung.

Keberadaan palung tersebut menyebabkan pihaknya, bersama BPBD Bali dan Basarnas kesulitan mengevakuasi korban.

"Kami tidak berani menurunkan anggota untuk masuk ke dalam pusaran, karena sangat berbahaya. Butuh alat untuk itu," pungkasnya.

Reporter: Arzy Wulandari
Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Ini Penampakan Helikopter Basarnas

Minggu, 02 Juli 2017
Nusantara

Helikopter Basarnas Terbakar, Evaluasi Ditunda  

Minggu, 02 Juli 2017

Komentar