Bantu Petani, Jurnalis Ini Perkenalkan Barsha

Minggu, 16 Juli 2017 | 22:14 WIB
Share Tweet Share

Para petani pose bersama pompa Barsha (kiri) yang merupakan bantuan jurnalis radio dan online, Heinrich Dominggus Dengi (kanan). [foto: istimewa]

[WAINGAPU] Heinrich Dominggus Dengi, adalah satu dari sedikit wartawan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun demikian, jurnalis radio dan media online itu, sejak beberapa tahun silam melalui Radio Max Waingapu Foundation mulai melakukan aksi nyata membantu petani di daerah aliran sungai (DAS).

Bantuan dan pembinaan yang dilakukan, di antaranya mengembangkan pertanian organik, juga efisiensi pemanfaatan air.

Sistem pompa Barsha, yang kini mulai diperkenalkan Heinrich kepada para petani DAS di Kabupaten Sumba Timur.

Sistem ini mengefisienkan air, waktu dan tenaga para petani DAS yang dominan menanami lahan DAS dengan aneka sayur-mayur, seperti sayur putih, bayam, tomat dan cabai.

“Selain bertani dengan cara organik, kami juga memberikan bantuan pompa Barsha kepada para petani DAS untuk lebih efisien memanfaatkan air yang ada,” jelas Heinrich, kepada media ini kala ditemui di DAS Kalu, Kelurahan Prailiu, Sumba Timur, Minggu (16/07/2017) siang.

Pompa Barsha yang diperkenalkan kepada para petani itu, kini mulai menyebar ke sejumlah DAS lainnya di Sumba Timur.

“Sudah banyak petani DAS yang berminat, tapi untuk sementara selain di DAS Kalu, kami juga operasikan pompa Barsha di DAS Kelurahan Kambajawa dan DAS Waikudu di Desa Kiritana,” ujar Heinrich.

Ia menyebutkan bahwa pompa Barsha bisa mengangkat air sebanyak 30 ribu liter air atau 30 meter kubik dengan turbin atau kincirnya.  

Bantuan  pompa Barsha bagi petani DAS tidak layaknya bantuan pemerintah atau lembaga lainnya Bantuan ini menggunakan sistem easy pay atau sewa ringan dan mudah.  

Hal itu berangkat dari pengalaman bantuan bentuk hibah yang tidak berumur panjang dan tak terawat.

“Jika mau dipakai lama, ya warga harus merawat dan membayar sewanya. Jika tak mau lagi dipakai atau disewa ya bisa dialihkan ke kelompok petani lainnya yang lebih atau masih membutuhkan,” tegas Heinrich.

Sementara itu Agus, ketua Kelompok Tani DAS Waikudu, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan pompa Barsha ini.

“Airnya menyembur kencang dan kami bisa lebih mudah dalam bekerja. Tenaga dan waktu bisa lebih optimal," kata Agus.

Ia berjanji, pihaknya akan berupaya untuk memanfaatkan pompa Barsha ini agar lahan sayur bisa lebih luas dan hasilnya bisa lebih banyak.

"Kami juga sepakat dengan sistem sewa karena tidak memberatkan kami," pungkas Agus.

Reporter: Dionisius Umbu
Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar