Kereta Gantung ke Rijani Solusi Terbaik

Rabu, 12 Juli 2017 | 12:51 WIB
Share Tweet Share

Kereta Gantung Wisata

[JAKARTA] Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Muhammad Zainul Majdi angkat bicara terkait polemik rencana pembangunan fasilitas kereta gantung menuju Taman Nasional Gunung Rinjani.

Proyek itu merupakan kerjasama Pemkab Kabupaten Lombok Tengah dengan investor Tiongkok.

Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini mengatakan, pembangunan di kawasan hutan lindung tidak boleh dilakukan jika melanggar undang-undang.

"Perizinan kehutanan, apalagi itu di kawasan hutan lindung, itu sangat ketat," kata Tuan Guru di Mataram, Selasa (11/7).

Dia mencontohkan sulitnya ketika Pemerintah Provinsi ingin memperlebar jalan dari Lombok Internasional Airport (LIA) menuju kawasan wisata Kuta, Lombok Tengah.

"Untuk bangun jalan saja. Kita punya satu dua kasus. Misalnya, jalan dari bandara ke Kuta itu di tikungan ada sedikit yang masuk kawasan hutan. Kita mau melebarkannya saja susahnya ampun. Padahal, sudah ada jalan disitu. Artinya penjagaan terhadap hutan lindung sesuai UU sangat ketat."

Menurut Tuan Guru, masih banyak cara untuk memaksimalkan potensi Gunung Rinjani tanpa harus membangun fasilitas, seperti kereta gantung.

"Kalau bisa, kita melibatkan potensi tanpa menabrak UU justru jauh lebih baik. Jangan sampai kemudian keluar izin melanggar UU, seperti sejarah hutan Sekaroh jadinya nanti."

Dia mengaku, Pemprov tidak ingin, apa yang terjadi di hutan Sekaroh, Kabupaten Lombok Timur, juga terjadi pada pembangunan kereta gantung di Rinjani.

"Sekaroh begitu jelas, hutan dijual untuk pribadi. Sekarang ribut. Ada yang sudah menjadi tersangka, ada juga yang begini begitu," kata dia.

Agar kasus Sakaroh tidak terulang, TGB berharap semua pihak, terutama Pemkab Lombok Tengah mempedomani aturan yang sudah ada.

"Masih banyak ruang yang memungkinkan kita untuk melakukan cara kreatif memanfaatkan pariwisata tanpa harus bersentuhan dengan UU," demikian Tuan Guru Muhammad Zainul Majdi. [Ant]

Editor: Edi


Berita Terkait

Nusantara

Pria di Lombok Ini Nikahi Dua Gadis Sekaligus

Jumat, 07 Juli 2017
Nusantara

BMKG: Ada 72 Gempa Susulan Guncang Lombok

Minggu, 29 Juli 2018

Komentar