Napi Lapas Kerobokan Unjuk Gigi di Panggung PKB

Jumat, 07 Juli 2017 | 18:26 WIB
Share Tweet Share

Jadwal Pesta Kesenian Bali 2017 [foto: istimewa]

[DENPASAR] Sejumlah narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Denpasar di Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, unjuk gigi di panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017.

Sebanyak 23 napi yang ikut serta dalam pementasan yang berlangsung di Taman Budaya Denpasar ini, Jumat (7/7/2017). Mereka menampilkan kolaborasi dramatari, kesenian Genjek dan Kecak,

"Saya terkesan banget, karena ini kesempatan perdana dari Lapas Kerobokan menampilkan acara kesenian," kata salah seorang napi Lapas Kerobokan yang juga penata tari pementasan tersebut, Putu Yanti, di sela-sela pentas dramatari ini.

Garapan yang melibatkan 23 narapidana Lapas Kerobokan itu berjudul "Duka Mewali Suka".

Pementasan ini mengisahkan tentang aktivitas sehari-hari para narapidana di Lapas, mulai dari aktivitas bangun pagi, berolahraga, menyapu, mengantre mengambil makanan hingga bersembahyang.

Dalam pentas itu juga ditampilkan kegiatan para napi di Lapas dalam berkesenian, seperti Magenjekan dengan mengangkat kisah Ramayana, hingga perilaku nakal para napi yang mencuri-curi kesempatan untuk menggunakan telepon genggam, dan bentrok di antara para napi gara-gara persoalan sepele.

Menurut Yanti, dengan tampil di PKB ini, dia juga ingin membuka wawasan masyarakat umum bahwa di dalam Lapas itu sesungguhnya para napi masih bisa berkreasi dan melakukan kegiatan positif.

"Ya kita harus rela dan pasrah menerima harus dihukum. Namun, jika harus malu dan disesali, kapan kita akan bangkit lagi," ucapnya.

Hal senada disampaikan Novi, napi lainnya. Lewat pementasan tersebut, dia ingin memberitahu masyarakat bahwa di dalam Lapas itu tidak seseram seperti yang dibayangkan banyak orang.

"Kami di dalam juga banyak dikasi pembinaan, ada kegiatan pesantian, melukis dan sebagainya. Jadi tidak cuman sekadar di dalam saja," ujar napi yang sudah setahun menjalani masa hukuman itu.

Novi mengaku tidak kesulitan dalam menjalani latihan untuk persiapan pementasan di Pesta Kesenian Bali 2017.

Sementara itu Kasubsi Bimbingan Kemasyaratan dan Perawatan Lapas Kelas II-A Denpasar Bobby Cahya Permana, mengatakan, untuk penampilan di PKB ini, para napi berlatih selama 1,5 bulan. Setiap harinya mereka berlatih sekitar dua jam.

Terkait dengan kedatangan para napi di Taman Budaya Denpasar yang sebelum pentas harus diborgol, menurut Boby, hal itu sudah merupakan prosedur.

"Setiap narapidana yang keluar dari Lapas harus diborgol dan dikawal," jelasnya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Badung Libatkan 9.000 Seniman di PKB 2017

Minggu, 28 Mei 2017
Nusantara

PKB Ajang Sajian Seni dan Budaya Terbaik

Minggu, 28 Mei 2017

Komentar