Ini Klarifikasi Pemprov Bali Soal Sate Anjing "Sianida"

Minggu, 02 Juli 2017 | 19:11 WIB
Share Tweet Share

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Ir. I Putu Sumantra. [foto: istimewa]

[DENPASAR] Informasi penjualan sate berbahan daging anjing yang konon dibunuh dengan racun sianida di sebuah objek wisata di Bali, cukup meresahkan wisatawan serta mempengaruhi citra pariwisata.

Pemprov Bali pun telah menurunkan tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, untuk melakukan investigasi.

Sejauh ini, tim investigasi yang diturunkan belum menemukan adanya penjualan sate anjing di objek wisata sebagaimana informasi yang beredar. Namun demikian, Pemprov Bali akan tetap melakukan investigasi lebih lanjut terhadap kasus ini.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Ir. I Putu Sumantra, di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Minggu (2/7/2017).

"Begitu ada informasi, kami langsung berkoordinasi dengan prajuru desa dan lanjut melakukan investigasi ke lokasi yang disebut sebagai tempat penjualan. Namun hingga hari ini, kami belum pernah melihat orang yang menawarkan sate anjing kepada para turis,” jelasnya.

Selain memicu keresahan dan mencemarkan citra pariwisata, menurut dia, isu ini juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan.

“Jika benar daging yang dijual berasal dari anjing yang diracun dengan sianida, itu sangat berhahaya dan bisa menyebabkan kematian bagi yang mengonsumsi,” tegas Sumantra.

Untuk itu, Ia mengajak seluruh komponen masyarakat agar meningkatkan kepedulian dengan ikut melakukan pengawasan.

Pada kesempatan yang sama, Sumantra juga mengingatkan pentingnya upaya melakukan penyelidikan tentang pihak yang menyebarkan informasi tersebut.

"Kita perlu tahu siapa yang menyebarkan informasi tersebut dan apa maksudnya,” ujarnya.

Ia khawatir, ada maksud-maksud tertentu di balik tindakan penyebaran informasi yang hingga saat ini belum bisa diyakini kebenarannya tersebut.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Empat Bulan, 1,81 Juta Wisman Berkunjung ke Bali

Jumat, 02 Juni 2017
Nusantara

Bali Masih Aman Untuk Dikunjungi

Selasa, 28 November 2017

Komentar