Gubernur NTT Groundbreaking PLTMG di Sikka

Rabu, 21 Juni 2017 | 12:34 WIB
Share Tweet Share

Gubernur NTT Frans Lebu Raya, saat peletakan batu pertama PLTMG di Desa Hoder, Sikka. [foto: dion]

[MAUMERE] Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya, melakukan groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Rabu (21/6/2017).

PLTMG ini berkapasitas 40 MW, dan pengerjaannya akan berlangsung selama 15 bulan ke depan.

Di sela-sela peletakan batu pertama tersebut, Lebu Raya meminta dukungan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat di Kecamatan Waigete khususnya dan Kabupaten Sikka umumnya.

"Listrik merupakan sebuah kebutuhan masyarakat dan investasi yang baik bagi swasta maupun BUMN. Jadi harus didukung semua pihak," ucapnya.

Ia pun meminta agar pembangunan PLTMG 40 MW ini dipercepat, sehingga nantinya listrik bisa distribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. bersama.

"Listrik dulu menjadi barang mewah, karena orang yang bisa pasang listrik adalah orang hebat. Tetapi sekarang, listrik menjadi kebutuhan semua orang dan listrik sudah masuk sampaik ke pelosok-pelosok," ujar Lebu Raya.

Sementara Kepala Divisi Konstruksi PT PLN (Persero) Sulawesi dan Nusa Tenggara, Hakim Nawawi, menjelaskan bahwa pembangunan pembangkit baru ini merupakan bagian dari strategi bisnis PLN untuk penguatan keandalan sistem di Maumere.

Penguatan tersebut dilakukan dengan membangun pembangkit, transmisi dan gardu induk sesuai Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN NTT tahun 2016-2025. 

"Puji syukur hari ini kita melakukan peletakan batu pertama di Maumere. PLTMG ini dibangun untuk mendukung program 35.000 MW, di mana membutuhkan penyelesaian selama 15 bulan ke depan," jelas Hakim.

Untuk pembangunan pembangkit baru, transmisi hingga distribusinya, kata dia, PLN membutuhkan dukungan pemerintah.

Apalagi, hal ini dilakukan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Peningkatan rasio elektrifikasi ini salah satunya melalui optimalisasi listrik pedesaan, di mana 1200 desa sudah harus menikmati listrik hingga akhir 2018. 

Saat ini, sistem Maumere memiliki daya mampu (DM) total sebesar 14.250 KW, yang disuplai dari pembangkit milik PLN maupun sewa. Dengan daya mampu demikian, pemakaian pada siang hari sebesar 7.550 KW dan malam hari sebesar 12.100 KW.

Reporter: Dion
Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Parade 1001 Kuda Sandalwood Dimulai

Senin, 03 Juli 2017
Nusantara

Warga Perbatasan Masih Andalkan Lampu Pelita

Kamis, 06 Juli 2017

Komentar