Di Perbatasan, Ada Kampung Jokowi

Senin, 12 Juni 2017 | 17:56 WIB
Share Tweet Share

Suasana peresmian 100 unit rumah di Kampung Jokowi, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). [foto: agustinus bobe]

[ATAMBUA] Sebuah kampung di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diberi nama Kampung Jokowi.

Penamaan kampung di perbatasan RI-RDTL ini, beralasan. Di desa ini, ada sebanyak 100 unit rumah bantuan khusus perumahan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

100 unit rumah tersebut dibangun dengan dana APBN sebesar Rp 100 miliar, oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI tahun anggaran 2016.

Adapun 100 unit rumah itu, ditempati oleh 100 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 284 jiwa

Jumat (9/6/2017) petang lalu, ke-100 KK ini mulai menempati rumah mereka, serta menamakan kampung ini Kampung Jokowi.

Penempatan rumah-rumah ini ditandai dengan upacara syukuran oleh pemerintah daerah. Dalam syukuran ini, ke-100 unit rumah di Kampung Jokowi itu diperciki air berkat oleh Pastor Yoris Giri, Pr dan Pastor Domi Metak, Pr.

"Layak dan sepantasnya kampung ini diberi nama Kampung Jokowi. Alasannya, Presiden Jokowi yang memberikan rumah khusus ini kepada warga perbatasan," kata Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan, di sela-sela peresmian rumah tersebut.

Sementara itu Mikhael Soares, salah satu tokoh masyarakat setempat menuturkan, dia bersama warga Desa Silawan, sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan Presiden Jokowi, ini. Sebagai wujud rasa terima kasih, salah satunya dengan memberikan nama Jokowi untuk kampung ini.

"Terimakasih Pak Presiden," ucapnya, singkat.

Reporter: Agustinus Bobe
Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar