Kontraktor Persoalkan Keterlibatan Jaksa dalam Proses Lelang Proyek

Senin, 12 Juni 2017 | 17:44 WIB
Share Tweet Share

Pokja Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur saat memeriksa berkas lelang, pada tanggal 9 Juni 2017 lalu. [foto: harson]

[BORONG] Keterlibatan Kejaksaan Negeri (Kejari) Ruteng dalam proses lelang/ tender di Kelompok Kerja (Pokja) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dipersoalkan oleh kontraktor peserta tender.

Menurut para kontraktor, keterlibatan Kejaksaan dalam pemeriksaan berkas lelang sangat tidak biasa dan cukup mengganggu kenyamanan kontraktor yang mengikuti lelang.

”Saya sangat terganggu sekali dengan kehadiran mereka (jaksa, red) itu. Karena setahu saya, mereka hanya memberikan pendampingan hukum saja seperti dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2016," kata salah seorang kontraktor, yang enggan identitasnya dipublikasikan, di Borong, Manggarai Timur, Senin (12/6).

Seperti diketahui, dalam proses lelang proyek di Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, 9 Juni lalu, terlihat tiga orang pegawai dari Kejaksaan Negeri Ruteng sedang melakukan pemeriksaan KTP dan berkas lainnya dari setiap kontraktor yang hadir. Pada kesempatan tersebut, dilakukan pembuktian data proyek.

Kicauan kontraktor ini, langsung direspon anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Yeremias Dupa. Politisi muda Partai Amanat Nasional (PAN) ini justru menilai, kehadiran pihak Kejaksaan sangat penting demi transparannya proses lelang proyek tersebut.

”Bagus, supaya ada transparansi tentang proses pembangunan fisik di Manggarai Timur," kata Yeremias Dupa.

Ia berpandangan, kehadiran jaksa dalam pemeriksaan berkas administrasi juga ada sisi positifnya. Setidaknya, temuan yang bersifat administratif tidak terulang lagi ke depan.

”Bagi saya, temuan yang sifatnya administratif tidak akan menjadi temuan hukum ke depan, karena kejaksaan sudah terlibat langsung sejak awal dari proses administratif," pungkas Yeremias Dupa.

Reporter: Harson 

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar