Kendari dan Padang Dikepung Banjir dan Longsor

Rabu, 31 Mei 2017 | 22:59 WIB
Share Tweet Share

Cuaca ekstrem serta buruknya drainase membuat sejumlah daerah dikepung banjir. [foto: tempo]

[DENPASAR] Hujan deras disertai dengan angin, telah menyebabkan terjadinya banjir dan longsor di Kota Kendari dan Kota Padang, di penghujung Mei 2017. Selain faktor cuaca yang ekstrem, buruknya drainase juga membuat dua kota ini dikepung banjir.

Demikian disampaikan Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dalam siaran pers tertulis yang diterima indonesiakoran.com, di Denpasar, Rabu (31/5/2017).

Menurut dia, banjir di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, melanda 14 kelurahan di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Mondonga, dan Kadia. Meluapnya Sungai Wanggu dan drainase perkotaan yang tidak mampu menampung aliran permukaan, menyebabkan 14 kelurahan terendam banjir.

"Ribuan rumah terendam banjir sehingga ratusan warga mengungsi ke tempat yang aman," jelasnya.

Saat bersamaan, imbuh Nugroho, longsor juga terjadi di beberapa tempat. Bahkan satu orang meninggal dunia atas nama Alma Husna (17), akibat rumahnya tertimbun longsor dan pohon tumbang di Jalan Lasolo, Kelurahan Sanua, Kecamatan, Kendari Barat. Selain juga terdapat satu orang luka sedang dan satu orang luka ringan.

Pendataan dampak banjir dan longsor masih dilakukan BPBD Kota Kendari. BPBD telah mengirimkan tim untuk melakukan penanganan kedaruratan, mendirikan posko di halaman Kantor Walikota, dan melakukan koordinasi dengan TNI, Polri, SAR, dan SKPD lainnya.

Banjir dan longsor juga mengepung Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat akibat hujan deras dan buruknya drainase perkotaan. Angin kencang disertai hujan deras pada Rabu (31/5/2017) Pukul 01.30 WIB – 08.00 WIB, mengakibatkan beberapa lokasi mengalami banjir, pohon tumbang, baliho roboh, tanah longsor.

"Di beberapa titik ruas jalan di Kota Padang terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 50-100 cm," papar Nugroho.

Banjir, imbuhnya, melanda 18 titik di 9 kecamatan di Kota Padang meliputi Kecamatan Padang Selatan,Padang Utara, Nanggalo, Padang Utara, Padang Barat, Padang Timur, Lubuk Begalung, Kuranji dan Bungtekab.

Akibat banjir ini, sebanyak 285 jiwa (95 KK) mengungsi. Sejumlah sekolah juga dilaporkan terendam di antaranya SMP 20, SMP 25, SMP 27, SMP 40 dan beberapa sekolah lainnya. Kondisi tersebut menyebakan sekitar 140 ribu siswa SD dan SMP diliburkan karena banjir menggenang sekolahan dan cuaca ekstrem melanda Kota Padang.

Banjir di Kota Padang yang terparah terjadi di Jondul Rawang, Kecamatan Padang Selatan, dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.

Selain itu juga terjadi beberapa titik longsoran antara lain di ruas Jalan Nasional Padang-Solok (Lubuk Paraku, Sitinjau laut) dan menimpa 1 unit rumah lokasi di Bukit Gates Kec. Padang Selatan. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. BPBD masih melakukan pendataan.

BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, dan relawan melakukan pertolongan dan penyelamatan korban banjir melalui evakuasi masyarakat ke lokasi aman.

Reporter: San Edison
Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Empat Desa di Belu Rawan Bencana

Selasa, 30 Mei 2017
Nusantara

Di Luwu Utara, 16 Desa Terendam Banjir

Kamis, 01 Juni 2017

Komentar