Skenario Koalisi Merah - Kuning Kandas di Pilgub Bali

Minggu, 28 Mei 2017 | 17:45 WIB
Share Tweet Share

Gusti Putu Artha [foto: istimewa]

[DENPASAR] - Partai Golkar mengambil langkah cepat. Saat partai lain masih menimbang figur-figur yang akan diusung pada Pilgub Bali 2018 mendatang, Partai Golkar memutuskan lebih dini menyerahkan 'kunci' kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Ketut Sudikerta, untuk tampil sebagai calon gubernur (Cagub) Bali.

Rekomendasi untuk Sudikerta ini bahkan diserahkan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto, pekan kemarin. Oleh Partai Golkar, Sudikerta bahkan diberikan keleluasaan dalam menentukan calon wakil gubernur (Cawagub) yang akan menjadi tandemnya.

Pengamat politik I Gusti Putu Artha, berpandangan, keputusan dini Partai Golkar mengusung Sudikerta sebagai Cagub ini, membuat skenario koalisi PDIP dengan Partai Golkar langsung buyar. Sebab dengan posisi sebagai partai terbesar dengan modal 24 kursi di DPRD Provinsi Bali, mustahil bagi PDIP untuk mau menjadi nomor dua (Cawagub, red).

"Dengan langkah yang diambil Partai Golkar, maka skenario Koalisi Merah - Kuning di Pilgub Bali dipastikan kandas," ujar Putu Artha, saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, di Denpasar, Minggu (28/5/2017).

Mantan Komisioner KPU RI ini menyebut, ada beberapa alasan sehingga koalisi Merah - Kuning ini buyar. Salah satunya, baik PDIP maupun Partai Golkar sama-sama menginginkan agar kader terbaiknya tampil sebagai Cagub Bali.

"PDIP percaya diri dengan mesin parpolnya. Sementara Partai Golkar percaya diri dengan elektabilitas Sudikerta. Belum lagi PDIP tak ingin kalah di Pilgub Bali 2018 mendatang," pungkas Putu Artha.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Pilkada Sikka, Yuston Mendaftar ke PDIP

Kamis, 25 Mei 2017
Nusantara

PDIP Sudah Lakukan Survei untuk Pilgub Kaltim

Sabtu, 27 Mei 2017

Komentar