Pemkot Denpasar Lestarikan Subak Sebagai Ekowisata

Jumat, 26 Mei 2017 | 18:24 WIB
Share Tweet Share

Penyerahan pohon secara simbolik sebelum ditanam di areal Subak Anggabaya Penatih, Denpasar. [foto: istimewa]

[DENPASAR] Pemkot Denpasar terus berupaya untuk melestarikan keberadaan subak di ibukota Provinsi Bali itu. Beberapa langkah yang diambil di antaranya dengan memberikan bantuan kepada petani hingga menata subak sebagai ekowisata.

Untuk saat ini, Pemkot Denpasar melestarikan Subak Anggabaya Penatih menjadi Subak Program Kampung Iklim (Proklim) dengan melakukan penanaman 150 pohon langka di areal subak tersebut, Jumat (26/5/2017). Penanaman pohon ini melibatkan Lurah Penatih, Pekaseh dan masyarakat setempat.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar I Ketut Wisada, mengatakan, dampak perubahan iklim di dunia menjadi tantangan dalam mewujudkan lingkungan hijau. Namun tantangan tersebut bisa menjadi peluang untuk mewujudkan ruang terbuka hijau kota dengan konsep smart city dan heritage city.

”Perubahan iklim yang terjadi, bisa kita jadikan sebagai peluang untuk mewujudkan tata ruang terbuka hijau. Termasuk salah satunya, untuk melestarikan subak yang ada di Kota Denpasar,” ujarnya.

Untuk mewujudkan ruang terbuka hijau ini, menurut dia, dapat dilakukan melalui pemeliharaan lingkungan. Misalnya, dilakukan melalui upaya konservasi sumber daya alam. Termasuk juga melakukan perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan secara lestari, pencadangan sumber daya alam dan pelestarian fungsi atmosfer.

“Dan Proklim merupakan program yang berskala nasional untuk gerakan nasional pengendalian perubahan iklim yang berbasis masyarakat,” tegas Wisada.

Di samping melaksanakan Proklim, Pemkot Denpasar juga melaksanakan Taman Kehati, yang merupakan suatu kawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang mempunyai fungsi konservasi dan penyerbukan, pemencaran biji tumbuhan dibantu oleh satwa penyerbuk dan pemencar biji.

“Taman Kehati memiliki fungsi utama melestarikan jenis dan variasi genetik tumbuhan langka dan endemik,” jelasnya.

Wisada menambahkan, program ini diharapkan mendapatkan manfaat ekologi, ekonomi, edukasi sosial dan budaya. Selan itu, ke depannya dapat menjadi lokasi pengembangan pelestarian lingkungan sehingga menjadi desa yang mempunyai kawasan Taman Kehati dan Proklim. Hal ini diharapkan dapat bermanfaat dari generasi ke generasi, sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, dalam kegiatan ini sebanyak 150 pohon langka yang ditanam. Pohon-pohon tersebut di antaranya jenis badung, cempaka putih, cempaka kuning, duku, jeruk bali, kelapa bulan, kelapa gadang, kelapa gading, kelapa sudamala, kelapa udang, klecung, kepundung, majegau, mundeh, nagasari, pinang, rijasa, sandat bali, sawo kecik, sentul, manggis, waning umpen, cempaka gondok, jeleket, katu lampa, juwet, kaliasem gahru, ganitri, siulan, jeruk tejakula, salak gula pasir, mangga dan kayu putih.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Bali Kekurangan 70 Ribu Blanko E-KTP

Selasa, 23 Mei 2017
Nusantara

Gianyar Kembangkan Wisata Spiritual

Rabu, 24 Mei 2017

Komentar