Polda Bali Perketat Pengamanan Objek Vital

Kamis, 25 Mei 2017 | 20:32 WIB
Share Tweet Share

Polisi saat berjaga di lokasi ledakan di Kampung Melayu, Jakarta. [foto: twitter @HumasMetroJaya]

[DENPASAR] Pasca bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta, aparat kepolisian di seluruh wilayah Indonesia langsung meningkatkan kewaspadaan, tak terkecuali di wilayah hukum Polda Bali. Di daerah ini, polisi memperketat pengamanan di tempat - tempat ibadah dan objek vital, guna mengantisipasi aksi teror susulan.

Menurut Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Wijaya, pintu masuk Bali, objek wisata maupun tempat keramaian adalah fokus perhatian Polda Bali. "Pengamanan dan pengawasan di sejumlah titik itu kita tingkatkan, termasuk pemukiman penduduk pendatang," paparnya, di Denpasar, Kamis (25/5/2017).

Dari peristiwa di Kampung Melayu yang korbannya adalah anggota polisi, Polda Bali juga mempertebal pengamanan di markas. Bahkan, pimpinan memberikan instruksi khusus kepada para perwira maupun anggota.

"Intinya pimpinan menginstruksikan agar personel yang bertugas di markas maupun di lapangan agar selalu waspada," ungkap AKBP Hengky.

Hal senada juga disampaikan Waka Polres Gianyar, Kompol Tonny Sugadri, saat ditemui terpisah, di Gianyar. "Yang kita khawatirkan itu aksi susulan. Makanya kami tingkatkan kewaspadaan dengan menerjunkan personil siaga. Kita ingin deteksi dini guna mencegah aksi teror susulan," ujarnya.

Terkait upaya deteksi dini ini, pihaknya melakukan penambahan jumlah personel kepolisian di sejumlah Gereja dan tempat ibadah lainnya. Peningkatan pengamanan juga dilakukan di objek-objek wisata di Gianyar.

"Sekarang kan hari libur. Jadi objek-objek ini memang terpantau ramai. Makanya personel kita pertebal, selain petugas piket ditambah regu siaga," jelasnya.

Personel yang disiagakan ini pun dilengkapi dengan seragam khusus seperti rompi dan senjata api. Upaya ini dilakukan, karena dominan aksi teror justru menyerang aparat kepolisian. "Kita siapkan personel berseragam lengkap, karena sekarang aksi ini justru menyasar polisi," kata Kompol Tonny Sugadri.

Ia menambahkan, pihaknya pun sudah memerintahkan seluruh anggota kepolisian untuk waspada terhadap gerak-gerik mencurigakan, seperti orang membawa tas atau semacamnya, yang diduga bisa untuk menyimpan alat peledak. "Termasuk juga patroli, jangan sendiri-sendiri, minimal bersama, yakni dua orang personel," tandasnya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar