Pemerintah Didorong Beri Insentif Wirausahawan Muda

Kamis, 25 Mei 2017 | 17:26 WIB
Share Tweet Share

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali AA Ngurah Alit Wiraputra. [foto: istimewa]

[DENPASAR] Pemerintah Provinsi Bali diminta untuk memfasilitasi dan melindungi pengusaha muda wilayah itu, agar lebih maju dan berkembang. Selain itu, pemerintah juga didorong memacu semangat anak muda untuk berwirausaha, dengan memberikan insentif.

Permintaan tersebut dilontarkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali AA Ngurah Alit Wiraputra, di Denpasar, Kamis (25/5/2017), sebagaimana dilansir Antara. Ia berpandangan, para pengusaha muda akan mampu tampil mandiri, apabila didukung oleh semua kelompok masyarakat, tak terkecuali pemerintah.

"Kami akan meminta kepada pemerintah untuk memberikan insentif dan perlindungan kepada wirausahawan muda," ucapnya. "Ini menjadi pekerjaan Kadin Bali bersama pemerintah daerah dalam upaya mendukung wirausahawan muda agar lebih maju," imbuh Wiraputra.

Selain pemerintah, ia juga mengharapkan perbankan di Bali siap mendukung upaya ini melalui program pemberian kredit yang mudah dan edukasi untuk pengusaha muda. "Yang menjadi kendala pengusaha muda ini maju dan berkembang karena belum memiliki jaminan untuk kredit, sehingga kami harapkan pemerintah untuk menyiapkan jaminan itu bagi pengusaha pemula dan baru," ujarnya.

Wiraputra menyontohkan, pengusaha pemula apabila membuka usahanya kecil, maka untuk dapat kredit Rp100 juta di bank hendaknya jaminan ini disiapkan pemerintah. "Mungkin jaminannya dapat melalui asuransi pinjaman dan lainnya dan tidak perlu dana cash," pintanya.

Ia berpandangan, peluang dalam segala sektor usaha dapat digeluti pengusaha muda dan pemula, karena peluang terbuka luas, terutama jasa pasok barang ke hotel. Hal ini dikarenakan, hotel di Bali mencapai 86.000 unit. Tingginya jumlah hotel ini membuat peluang usaha untuk memasok kebutuhan hotel terbuka luas.

Untuk saat ini, ia tak menampik jika Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali belum siap menghadapi persaingan ekonomi global. Ini terjadi karena cara pengemasan produk hasil produksi pengusaha UMKM ini belum bagus.

 "Agar ini bisa di atasi, perlu adanya kunjungan dan mengikuti pameran UMKM ke sejumlah negara. Di sana dipelajari cara pengemasan hasil produknya agar lebih baik dengan cara yang sama seperti di luar negeri dan ini harus difasilitasi pemerintah," pungkas Wiraputra.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Bali Kekurangan 70 Ribu Blanko E-KTP

Selasa, 23 Mei 2017
Nusantara

Gianyar Kembangkan Wisata Spiritual

Rabu, 24 Mei 2017

Komentar