Di Papua, Oknum Guru Setubuhi Anak Didik

Rabu, 24 Mei 2017 | 14:58 WIB
Share Tweet Share

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH [foto: nugie]

[JAYAPURA] – Aksi bejat dilakukan oleh seorang oknum guru, HA (49), di salah satu Sekolah Dasar (SD), di Abepura, Papua. Pasalnya, sang guru tega menyetubuhi anak didiknya sendiri, sebut saja Putri, yang masih berusia 11 tahun.

Aksi oknum guru ini terbongkar, setelah orang tua Putri melaporkan peristiwa ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Jayapura. Bahkan pelaporan atas kasus ini dibenarkan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH. saat dikonfirmasi indonesiakoran.com, Rabu (24/5/2017).

Kombes Kamal kemudian membeberkan kronologis kejadian ini, sesuai keterangan yang diterima pihak kepolisian. Menurut dia, pada selasa (23/5/2017) sekitar Pukul 09.00 WIT, pada saat jam istirahat sekolah, korban masuk ke kamar mandi sekolah untuk buang air kecil. Saat itu, tiba-tiba dari belakang korban muncul pelaku, yang tak lain adalah gurunya. Bahkan HA mengikuti Putri masuk ke dalam kamar mandi.

“Pelaku kemudian mengunci kamar mandi, dan selanjutnya pelaku melepaskan celana korban dan melepaskan celananya sendiri. Sontak hal ini membuat korban berteriak minta tolong. Namun dengan cepat pelaku membekap mulut korban sambil pelaku menyetubuhi korban,” papar Kombes Kamal.

Selesai menyetubuhi korban, saksi yang juga seorang guru dan rekan kerja pelaku mengetuk pintu kamar mandi dengan niat akan membuang hajat. “Pelaku menyahut dari dalam kamar mandi dengan asalan sedang membersihkan kamar mandi, sambil menyuruh korban agar diam,” imbuhnya.

Karena lama menunggu, saksipun kembali. Tidak lama berselang, saksi melihat korban ke luar dari kamar mandi. Karena curiga, saksi menyuruh korban untuk ke ruang guru.

“Saat korban ditanya oleh soerang ibu guru, pada awalnya korban mengelak berbica karena sebelumnya ada ancaman dari pelaku untuk tidak menceritakan perbuatan tersebut. Namun karena didesak terus oleh gurunya, akhirnya korban menceriterakan perbuatan tak senonoh layaknya suami istri oleh pelaku terhadap dirinya,” kata Kombes Kamal.

Berdasarkan pengakuan korban, perlakuan bejat sang guru bukan kali ini saja. pada Jumat (19/5/2017) Pukul 09.00 WIT, di tempat yang sama pelaku juga melakukan perbuatan serupa.

“Selanjutnya pihak guru menghubungi orang tua korban, dan kemudian orang tua korban melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Jayapura guna proses hukum. Kasus pencabulan anak di bawah umur ini sementara dalam penanganan Unit PPA Polresta Jayapura,” ujarnya.

Reporter: Nugie
Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar