Di Balik Semen (A Future Story)

Kamis, 04 Juni 2020 | 08:13 WIB
Share Tweet Share

ilustrasi

Oleh Yon Lesek

[INDONESIAKORAN.COM] Genok kelahiran Lengko Lolok sudah jadi pemuda sukses di tanah rantau. Ingin menikah dan akhirnya ketemu jodoh molas Jempea.

Lama berpacaran akhirnya mereka sepakat mengurus persiapan pernikahan. Molas Jempea minta KTP-nya Genok Lolok untuk difotokopi. Tertera tempat dan tanggal lahir: Lengko Lolok, Flores, 23 Agustus 2013. Molas Jempea lama menatap KTP itu. Sang Genok Lolok senyum-senyum mesum menyaksikan dia.

Kenapa lama sekali menatap, batin Genok. Penasaran Sang Genok Lolok mendekati Molas Jempea sambil colek lengannya berujar bangga: "Kenapa lama sekali lihat KTP itu? Ganteng kah orangnya?"

Molas Jempea bergeming. Tidak lama kemudian dia menoleh menatap Genok Lolok: "Nana lahir di Lengko Lolok? Kampung Lengko Lolok itu di mana?"

Mendengar pertanyaan eksistensial itu, sang Genok Lolok mulai menutup muka merahnya dan mencoba berkelit: "Kenapa nanya begitu? Adakah sesuatu yang baik dari Lengko Lolok?'"

"Bagaimana saya bisa percaya apa ada apa tidak ada yang baik dari sana, wong kampung Lengko Lolok saja saya tidak tahu. Kamu boong, ya, pakai KTP palsu, ya?" kejar si Molas Jempea.

Tidak hilang akal, sang Genok Lolok membelokkan arah pembicaraan agar tidak mati kutu. Seperti Bunda Maria membelokkan arah peluru dari sniper jitu Mehmet Ali Ağca, saat bidikan yang mematikan ke tubuh Paus Yohanes Paulus II pada 13 Mei 1981. Diketahui Ali Ağca berkebangsaan Turki asal Kurdi, bukan orang Cina; ia anggota komplotan Serigala Abu-Abu, bukan Singa Merah, suatu organisasi ultranasionalis Turki, yang menembak Paus bukan karena motif politis dan agama, tetapi karena dibayar. Genok Lolok menjawab: "Tanyakan saja sendiri sama orang-orang yang mengenal aku."

Hening.

Molas Jempea selama dua pekan tidak berkomunikasi dengan Genok Lolok. Akhirnya dia bertemu saya kala remang-remang senja menyelimuti pantai Nanga Pede. Dia menanyakan soal keberadaan kampung Lengko Lolok yang tertulis di ktp, tempat kelahiran calonnya Genok Lolok.

"Apa benar ada kampung Lengko Lolok di Flores? Di mana persisnya kampung itu?"

Saya pun tanya balik, "Kenapa tanya begitu? Apa pentingnya?"

Molas Jempea ménceritakan apa yang terjadi selama dua pekan, soal Genok Lolok yang seolah-olah merahasiakan tempat kelahirannya sendiri yang tertera pada KTP-nya.

Katanya lanjiut, "Kalo kampung itu benar adanya, berarti selama ini dia telah berbohong mengenai identitas asalinya. Katanya dia dari Golo Pau. Dan kalaupun ternyata kampung itu tidak ada, Genok Lolok palsu, pakai identitas palsu. Saya bisa ambil sikap tegas soal pernikahan kami. Tempat kelahiranya sendiri tidak dia hargai, apalagi tempat kelahiran anak-anak kami nanti." Dia bicara amat serius dengan mata sedikit berkedip ke arah saya.

Saya jadi baper. Apa yang harus saya jawab. Kalau saya bilang betul ada kampung itu, bakal batal nikah mereka. Kalau saya bilang kampung itu tidak pernah ada, sama saja hasilnya. Bahkan lebih parah lagi justru saya yang berbohong.

Hening.

Dia tetap menunggu jawaban saya. Sedikit didesaknya, saya pun mencoba melindungi cinta mereka: "Kebenaran itu mengatasi ruang dan waktu. Tidak penting dari mana dia berasal dan di mana dia tinggal, asalkan dia benar-benar mencintai kamu dan ingin menikah denganmu."

"Tidak," katanya, "segala sesuatu yang sudah diciptakan pasti berasal dari sesuatu yang sudah tercipta terlebih dahulu. Ada dan tidak ada itu kontradiktoris. Kalau sudah ada, pasti tidak mungkin tidak ada. Itu melawan metafisika. Identitas adalah keabadian sejarah."

Waduh, mati aku. Jawaban Molas Jempea bagai jarum jahit menusuk ibu jari. Dalam keadaan terjepit saya pun menjawab, " Baiklah. Kampung Lengko Lolok itu ada di balik Semen."

"Ngomong ke dari tadi..." Molas Jempea pergi ke arah yang berlainan menemui mantan pacarnya.  
_____________________________
Albert Einstein said: “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions.” At its core, story is just the language human beings use to make sense of everything.
______________________________

Editor: Elnoy


Berita Terkait

Komentar